Ketua SMSI NTB dan panitia Solopos Institute dalam pembahasan program UKW Muda gratis di Mataram
Ketua SMSI NTB bersama panitia Solopos Institute saat membahas pelaksanaan UKW Muda gratis di Mataram yang akan digelar untuk wartawan muda.

MATARAM – REPORTASE 7

Upaya memperkuat regenerasi jurnalis di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendapat dorongan baru. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Solopos Institute akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda secara gratis sebagai langkah membuka akses peningkatan kapasitas bagi jurnalis pemula.

Program ini tidak hanya dipandang sebagai agenda peningkatan kompetensi, tetapi juga strategi memperluas kesempatan bagi wartawan muda untuk memperoleh sertifikasi profesional tanpa terbebani biaya.

Ketua SMSI NTB, H. Abdus Syukur, MH, menegaskan bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kecepatan tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kerja wartawan.

Wartawan dituntut mengedepankan akurasi, verifikasi, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Karena itu, UKW menjadi instrumen penting dalam menjaga standar profesionalisme.

Melalui kerja sama ini, peserta yang lolos seleksi dapat mengikuti UKW tanpa dipungut biaya. Program ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi wartawan muda yang terkendala faktor ekonomi.

Selain itu, UKW juga menjadi sarana penguatan tanggung jawab profesi pers agar wartawan mampu menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.

Ketua Panitia UKW SMSI–Solopos Institute, I Made Sanakumara, memastikan seluruh biaya pelaksanaan ditanggung penyelenggara tanpa pungutan kepada peserta.

Kami ingin memberi kesempatan seluas-luasnya kepada wartawan muda untuk meningkatkan kompetensinya. Karena itu, seluruh biaya UKW ditanggung penyelenggara,” ujarnya, Kamis (04/06/2026).

Ia berharap program ini melahirkan wartawan kompeten yang memahami kode etik dan mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.

Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi serta pengalaman uji profesional untuk memperkuat kapasitas jurnalistik mereka.

Program ini mendapat respons positif dari kalangan media karena dinilai memperkuat ekosistem pers yang profesional di daerah.

Di tengah derasnya informasi tidak terverifikasi di ruang digital, wartawan kompeten menjadi kunci menjaga kualitas informasi publik.

Dengan hadirnya UKW Muda gratis ini, SMSI dan Solopos Institute memperkuat fondasi jurnalisme yang profesional, independen, dan berintegritas di NTB.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, mengapresiasi pelaksanaan UKW oleh SMSI NTB dan Solopos Institute.

Menurutnya, UKW penting untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi sesuai standar profesi agar menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel, jujur, dan edukatif.

Semua wartawan harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan, sebagai bagian dari penyampaian berita yang kredibel, jujur, dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya usai menerima audiensi pengurus SMSI NTB di kantornya, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh langkah peningkatan kualitas wartawan karena berdampak pada ekosistem informasi dan pembangunan daerah.

Kita terus berkolaborasi dan berharap lahir wartawan yang andal untuk bersama membangun daerah ini,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa SMSI NTB bersama Solopos Institute akan menggelar UKW pada Sabtu–Minggu, 4–5 Juli 2026 di Mataram. Kegiatan ini sedianya diikuti puluhan wartawan dari tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama. UKW mengusung tema “Mewujudkan Desa Berdaya di NTB melalui Kolaborasi Jurnalisme Profesional dan Keterbukaan Informasi Publik.”

Pewarta: Hadi
Editor: R7 - 02