![]() |
| (Foto: Mantan Ketua KONI Lombok Tengah, M. Samsul Qomar) |
Lombok Tengah – Reportase7.com
Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 sudah di depan mata. Jika tidak ada aral melintang, pesta olahraga bergengsi tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang di tiga wilayah sekaligus, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, Minggu 07 Juni 2026.
Menyambut ajang multievent tersebut, Mantan Ketua KONI Lombok Tengah, M. Samsul Qomar (MSQ), memberikan sejumlah catatan dan masukan krusial terkait persiapan kontingen Lombok Tengah (Loteng). Ia mengingatkan KONI Loteng untuk tidak mengendurkan target, melainkan harus berani "naik kelas".
MSQ menekankan bahwa capaian Loteng pada Porprov sebelumnya wajib dipertahankan dan ditingkatkan. Pada edisi lalu, Loteng berhasil membawa pulang 40 medali emas, melonjak signifikan dari raihan sebelumnya yang hanya 25 medali emas.
"Raihan medali dan peringkat untuk Lombok Tengah harus naik kelas. Untuk itu, KONI harus memiliki target emas yang lebih tinggi, apalagi cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan nanti bertambah," ujar mantan anggota DPRD Lombok Tengah dua periode tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, Porprov kali ini akan mempertandingkan lebih dari 44 cabor dan diikuti oleh kontingen dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
"Jadi peluang untuk menambah emas sangat besar. Cabor kan bertambah, ya otomatis peluang (menang) juga besar," tambah MSQ.
Meski pelaksanaan sudah dekat, MSQ mengamati pergerakan dan atmosfer menyambut Porprov kali ini belum semeriah periode sebelumnya. Walaupun beberapa cabor dilaporkan tengah melakukan persiapan internal, gaung kemeriahannya dinilai masih minim.
Untuk memantik kembali semangat juang para atlet, MSQ menyarankan agar KONI dan jajaran pengurus cabor segera mengambil langkah taktis. Perlu ada agenda warming up segera untuk seluruh cabor unggulan dan andalan guna memberikan bekal tanding ekstra bagi para atlet.
Anggaran pembinaan untuk atlet dan pelatih harus ditingkatkan dari nilai sebelumnya agar operasional latihan berjalan maksimal.
Tak kalah penting, pria yang dikenal vokal ini menyoroti soal stimulus kesejahteraan atlet. Ia menyayangkan adanya penurunan bonus pada gelaran sebelumnya dan mendesak pemerintah daerah memberikan apresiasi yang lebih layak tahun ini.
Bonus untuk peraih medali emas yang sebelumnya sempat turun dari Rp25 juta menjadi Rp20 juta, diusulkan naik menjadi Rp30 juta pada Porprov 2026.
"Kalau ini direalisasikan, tentu jadi pemicu semangat para atlet. Memberikan penghargaan selain piagam juga dana bonus yang ideal," tegasnya.
MSQ kembali menyuarakan pentingnya masa depan atlet berprestasi agar disiapkan sejak jauh hari oleh pemerintah. Pihaknya mendorong adanya kuota lowongan kerja di BUMN/BUMD bagi atlet berprestasi agar tidak menganggur usai mengharumkan nama daerah.
Sementara bagi atlet yang masih menempuh pendidikan, wajib diberikan beasiswa atau sekolah gratis.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar