Video Orasi Demo Sumbawa Beredar Terpotong, Timbulkan Perbedaan Tafsir

Sumbawa — Reportase7.com

Potongan video aksi demonstrasi di Kabupaten Sumbawa yang menampilkan orasi bernada keras terhadap kepala daerah beredar luas di media sosial dan memicu perbedaan tafsir di ruang publik.

Dalam video yang beredar, sejumlah bagian pernyataan orator tidak ditampilkan secara utuh sehingga memunculkan perbedaan persepsi mengenai konteks penyampaian dalam aksi penolakan kebijakan pemerintah daerah di sektor kehutanan dan pertanian.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa, Dr Muammar Khadafie, menilai fenomena tersebut berkaitan dengan cara kerja komunikasi massa di ruang digital yang cenderung memotong konteks pesan.

Ia mengatakan, dalam komunikasi publik, makna pesan tidak hanya ditentukan oleh potongan ujaran, tetapi juga oleh konteks sosial, situasi, serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

“Dalam komunikasi massa, konteks menjadi elemen penting dalam memahami makna. Potongan informasi yang dilepaskan dari konteks dapat menggeser persepsi dari maksud awal peristiwa,” kata Khadafie, Jumat 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penyebaran konten terpotong di media sosial kerap memunculkan fenomena context collapse, yaitu kondisi ketika konteks asli peristiwa hilang sehingga membuka ruang tafsir yang beragam di ruang publik.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi pembentukan opini publik apabila tidak disertai klarifikasi berbasis informasi utuh dan verifikasi sumber.

Khadafie juga menilai bahwa dalam sistem demokrasi, ekspresi politik dalam demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat, namun penilaiannya tetap perlu dilakukan secara menyeluruh sebelum ditarik kesimpulan hukum maupun sosial.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01