![]() |
| (Foto: Juru Bicara Fraksi Partai NasDem-PBB DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Edi Dwi Pawira, ST,) |
Sumbawa Barat - Reportase7.com
Juru Bicara Fraksi Partai NasDem-PBB DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Edi Dwi Pawira, ST, menyampaikan Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pemaparannya, Fraksi Nasdem PBB memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan kritis dan strategis atas kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Fraksi NasDem-PBB secara khusus mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk yang ke-12 kali secara berturut-turut. Namun, Edi Dwi Pawira menegaskan bahwa capaian WTP bukanlah tujuan akhir dari pembangunan daerah.
"Capaian opini WTP harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memastikan tata kelola keuangan yang baik, bukan tujuan akhir. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika setiap rupiah anggaran yang dikelola pemerintah mampu memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Edi dalam sidang paripurna, Rabu 10 Juni 2026.
Terkait postur anggaran, Fraksi NasDem-PBB menyoroti realisasi Pendapatan Daerah tahun 2025 yang mencapai Rp 2,88 triliun atau 150,48% dari target. Meski mengapresiasi optimalisasi penerimaan tersebut, fraksi menilai perbedaan yang sangat signifikan antara target dan realisasi mengindikasikan proses perencanaan yang belum sepenuhnya akurat.
Fraksi NasDem-PBB mendesak agar APBD disusun berdasarkan asumsi yang realistis dan terukur demi menjaga kualitas perencanaan pembangunan. Selain itu, melihat struktur pendapatan yang masih didominasi dana transfer pusat (mencapai lebih dari Rp 2,35 triliun), pemerintah daerah didorong untuk lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu poin evaluasi konkret yang disebutkan adalah perlunya pembenahan pengelolaan aset daerah, termasuk aset telantar seperti bangunan ATM yang tidak dimanfaatkan.
Di sektor pengeluaran, Fraksi NasDem-PBB memberikan perhatian serius pada realisasi Belanja Barang dan Jasa yang kedapatan melampaui pagu anggaran yang telah ditetapkan. Fraksi meminta penjelasan komprehensif mengenai faktor penyebab kelebihan belanja tersebut agar tidak menjadi preseden buruk pada tahun anggaran berikutnya.
Di sisi lain, fraksi juga mempertanyakan adanya anggaran sekitar Rp 176 miliar yang tidak terserap sepanjang tahun 2025, termasuk rendahnya realisasi Belanja Modal yang hanya mencapai 89,59%. Pemerintah daerah diminta merinci program apa saja yang tidak terlaksana secara optimal beserta dampaknya terhadap target infrastruktur dan pelayanan publik.
Mengenai sisa anggaran, pimpinan fraksi juga meminta transparansi atas posisi Kas Daerah per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp 1,14 triliun. Meskipun menunjukkan kapasitas fiskal yang kuat, besarnya saldo kas dan dominasi SiLPA tahun sebelumnya mencerminkan adanya persoalan mendasar dalam kualitas eksekusi program.
Menanggapi laporan hasil pemeriksaan, Fraksi NasDem-PBB menegaskan agar 16 temuan BPK yang mencakup aspek pelaporan keuangan, pendapatan, belanja, hingga aset tidak hanya diselesaikan sebagai pemenuhan administrasi semata, melainkan menyentuh perbaikan sistem pengendalian internal.
Fraksi menyoroti ketimpangan realisasi pada program unggulan Kartu Sumbawa Barat (KSB) Maju.
"Rendahnya penyerapan anggaran pada sektor-sektor produktif yang menjadi hajat hidup masyarakat banyak. KSB Maju Tani Ternak, hanya terealisasi 35,17%, sedangkan KSB Maju Perikanan, terealisasi 68,90%," tegasnya.
Fraksi NasDem-PBB meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi kendala teknis di lapangan serta mengukur dampak riil program KSB Maju terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan pengangguran, serta peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Sumbawa Barat.
"Pembahasan lanjutan Raperda APBD 2025 dapat memperkuat prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas demi kemajuan daerah," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar