SPMB 2026: SMKN 1 Alas Penuhi Kuota Target 352 Siswa Baru
(Foto: Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo,)

 Sumbawa – Reportase7.com

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMKN 1 Alas, Kabupaten Sumbawa, mencatatkan hasil positif. Hingga per tanggal 13 Juni 2026, sekolah kejuruan ini dengan pendaftar 352 siswa baru,  pendaftar terbanyak dari Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Niaga (NKN) sebanyak 72 siswa baru.

​Capaian angka ini diklaim sebagai salah satu hasil terbaik dalam sejarah penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. Tingginya minat pendaftar tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program keahlian yang ditawarkan oleh SMKN 1 Alas.

​Terlebih, sekolah ini telah mengantongi status sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP P3) untuk sektor kelautan dan perikanan dalam uji kompetensi. Status ini membuat lulusannya mendapatkan sertifikasi keahlian resmi yang diakui secara nasional dan industri.

​Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo, menegaskan bahwa pemenuhan kuota siswa baru ini diimbangi dengan komitmen sekolah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi pada 2026. Fokus utama sekolah adalah menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, melanjutkan studi, hingga membangun usaha mandiri.

​"Pada 2026 ini, SMKN 1 Alas terus membuka peluang yang lebih luas bagi peserta didik agar menjadi lulusan yang berkualitas, mandiri, dan profesional. Kami ingin setiap lulusan memiliki bekal yang cukup untuk menentukan masa depannya," kata Budi Susilo saat memberikan keterangan, Minggu 14 Juni 2026.

​Budi menambahkan, SMKN 1 Alas berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara komparatif tetapi juga memiliki karakter dan daya saing kuat yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

​Setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Alas, para lulusan diproyeksikan untuk memilih satu dari tiga jalur masa depan. Pilihan pertama adalah langsung memasuki dunia kerja, baik di pasar domestik maupun internasional. Salah satu program unggulan yang tengah didorong oleh sekolah saat ini adalah penempatan tenaga kerja ke Jepang yang disesuaikan dengan ketentuan dan regulasi resmi.

​Pilihan kedua, lulusan didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi guna memperdalam kompetensi akademik dan profesional sesuai dengan bidang keahliannya.

​Sementara pilihan ketiga adalah jalur wirausaha. Menurut Budi, kurikulum di SMKN 1 Alas tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis (hard skills), melainkan juga menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

​"Harapan kami, lulusan SMKN 1 Alas tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan bekal kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Budi.

​Melalui penguatan pendidikan vokasi, peningkatan standar kompetensi, serta perluasan jejaring kerja sama dengan dunia industri, SMKN 1 Alas optimistis mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja di era global.

Pewarta: Yola
Editor: R7 - 01