Buka Pelatihan Petugas SE 2026, Bupati Lombok Timur Tegaskan Pentingnya Akurasi Data untuk Kebijakan Pemerintah

Lombok Timur – Reportase7.com

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Lombok Timur pada Jumat 29 Mei 2026. Pembukaan yang dipusatkan di Syariah Lombok Hotel, Selong, ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati dengan didampingi oleh jajaran pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menegaskan bahwa data merupakan elemen yang sangat krusial dalam menentukan arah pembangunan. Ia mengingatkan bahwa aktivitas pengambilan data di lapangan bukan sekadar rutinitas mencatat, melainkan sebuah proses yang menuntut ketelitian, kecermatan, dan kebenaran demi menghasilkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

"Kebenaran data merupakan kebenaran program pemerintah ke depan. Kesalahan data akan berdampak pada kekeliruan pemerintah dalam mengambil kebijakan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa para petugas SE2026 merupakan ujung tombak dalam penyediaan data yang valid. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh petugas berkomitmen turun langsung ke lapangan, melakukan verifikasi secara faktual, dan memastikan kebenaran informasi yang digali dari masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur selaku ketua penyelenggara, Sri Endah Wardanti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya atas kehadiran langsung Bupati dalam membuka agenda strategis ini.

Sri Endah menjelaskan bahwa pendataan lapangan SE2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei hingga Agustus memerlukan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Pelatihan ini digelar secara khusus guna meningkatkan pemahaman petugas terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sekaligus memastikan tersedianya aparatur pendataan yang terlatih dan berkualitas.

Metode pelatihan dilaksanakan secara hybrid, mengombinasikan pembelajaran mandiri selama tiga hari efektif dan sesi luring (tatap muka). Sesi luring tersebut tersebar di dua lokasi, yakni empat kelas di Syariah Lombok Hotel dan tiga kelas di Tetebatu. Total peserta pelatihan tercatat mencapai 1.336 orang, yang dalam prosesnya didampingi oleh 17 fasilitator dari tingkat provinsi dan kabupaten.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Wahyudin, menuturkan bahwa Kabupaten Lombok Timur memegang porsi penting dalam agenda nasional ini karena memiliki jumlah petugas terbanyak di NTB sekaligus mencatatkan durasi pelaksanaan pelatihan terlama.

H. Wahyudin menguraikan bahwa SE2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang digelar oleh BPS, sebagai bagian dari siklus sepuluh tahunan amanat undang-undang yang mencakup tiga sensus utama: Sensus Kependudukan, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.

Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi pelatihan secara optimal, aktif memanfaatkan sesi diskusi untuk bertanya, serta mampu menuntaskan pendataan secara door to door (dari rumah ke rumah) secara tepat waktu sebelum periode pendataan berakhir.

Melalui pembekalan intensif ini, pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Lombok Timur diharapkan mampu melahirkan petugas sensus yang kredibel, jujur, dan profesional. Keberadaan petugas yang berintegritas tinggi ini menjadi kunci utama agar data perekonomian yang disajikan benar-benar akurat, konkrit, dan mampu menopang perencanaan pembangunan Lombok Timur di masa mendatang.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kominfosan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli, Pranata Ahli Madya Provinsi NTB, instruktur pelatihan, serta seluruh peserta pelatihan SE2026.

Pewarta: RS
Editor: R7 - 01