Tingkatkan Mutu Layanan, Kadinkes KSB Evaluasi Capaian SPM Triwulan I di Puskesmas Maluk

Sumbawa Barat – Reportase7.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS, MQM, melaksanakan kunjungan kerja ke Puskesmas Maluk pada Sabtu (11/04/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri Lokakarya Mini Bulanan yang difokuskan pada monitoring dan evaluasi capaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Triwulan I Tahun 2026.

Forum ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Maluk, para penanggung jawab program, serta tim pelayanan kesehatan sebagai ruang evaluasi kinerja sekaligus penguatan strategi layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang tersebut.

Salah satu poin menonjol dalam evaluasi adalah tingginya utilisasi layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Puskesmas Maluk yang mencatatkan 870 panggilan selama Triwulan I 2026. dr. Carlof memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini.

"Angka ini adalah indikator nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis puskesmas. Namun, kuantitas harus dibarengi kualitas," ujar dr. Carlof, Jumat 10 April 2026.

"Saya menekankan pentingnya peningkatan response time, penguatan sosialisasi, serta integrasi layanan TRC dengan program unggulan lain seperti Pemeriksaan Kesehatan Gratis agar manfaatnya semakin terkoordinasi," lanjutnya. 

Dalam arahannya, Kadinkes menegaskan bahwa penguatan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tetap menjadi prioritas utama. Fokusnya adalah pencegahan kematian ibu dan bayi melalui deteksi dini risiko dan kualitas pelayanan antenatal.

Uniknya, dr. Carlof menginstruksikan penguatan koordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Sinergi ini bertujuan agar pasangan suami istri baru terdata secara otomatis di Puskesmas, sehingga ketika terjadi kehamilan, tim medis dapat melakukan deteksi dini dan pelayanan sesuai standar sejak awal.

Terkait pengendalian penyakit menular, Puskesmas Maluk diminta meningkatkan cakupan skrining Tuberkulosis (TBC) dan HIV secara aktif, baik di fasilitas kesehatan maupun langsung ke masyarakat.


"Memastikan temuan kasus baru ditangani hingga tuntas demi target eliminasi. Menjamin pasien mendapatkan terapi ARV secara teratur melalui pendampingan berkesinambungan," terangnya. 

Selain itu, dr. Carlof memberikan perhatian khusus pada isu Kesehatan Jiwa. Beliau mendorong Puskesmas untuk lebih aktif melakukan deteksi dini depresi di tengah masyarakat melalui penguatan layanan konseling dan sistem rujukan yang tepat guna mencegah dampak sosial yang lebih berat.

Menutup kegiatan lokakarya, dr. Carlof berharap seluruh tim Puskesmas Maluk terus solid dalam memperkuat koordinasi lintas program. Optimalisasi capaian indikator SPM diharapkan bukan sekadar angka administratif, melainkan cerminan dari meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara riil di wilayah Maluk.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01