Aksi Mandi Lumpur di Jalan Jin Buang Anak, Konten Kreator Sukajaya Sindir Pemerintah yang Buta Infrastruktur
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa - Reportase7.com
Akses jalan menuju Dusun Sukajaya, Desa Luntuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, kini dalam kondisi memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer dari simpang Desa Sukamaju tersebut tampak lebih menyerupai kubangan kerbau daripada fasilitas publik. Kerusakan parah ini memicu aksi protes unik sekaligus pedas dari warga setempat.
Seorang konten kreator asal Dusun Sukajaya, Topan Farliansyah, baru-baru ini viral di media sosial setelah mengunggah aksi kritikan tajamnya. Dengan gaya khas yang selengean, Topan melakukan aksi "mandi lumpur" di tengah jalan yang kotor dan tergenang air sebagai simbol matinya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.
Topan menegaskan bahwa aksinya bukan sekadar mencari sensasi, melainkan bentuk representasi kekecewaan masyarakat Dusun Sukajaya yang merasa terus-menerus dibohongi oleh janji-janji manis pemerintah, mulai dari tingkat Desa hingga Kabupaten.
"Masyarakat di sini merasa dibodohi. Banyak yang menjuluki jalan ini seperti jalan tempat jin buang anak karena kondisinya yang nyaris tidak bisa dilalui. Kami tidak butuh uang, kami butuh kenyamanan dan infrastruktur yang layak," tegas Topan dalam unggahannya, Selasa 17 Februari 2026.
Selain menyasar eksekutif, kritik keras juga dialamatkan kepada para anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, khususnya yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) II dan putra daerah Kecamatan Lunyuk. Topan menilai para wakil rakyat seakan "mati suri" dan bungkam setelah berhasil menduduki kursi empuk parlemen.
"Jalan ini selalu laku dijual saat musim kampanye. Para caleg datang mencari suara dengan janji-janji manis, namun setelah terpilih, mereka hilang ditelan bumi. Politik memang kejam jika rakyat hanya dijadikan alat untuk meraih kekuasaan," lanjutnya.
Kondisi jalan yang hancur ini tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Netizen pun bereaksi beragam terhadap unggahan Topan; mulai dari memberikan dukungan moral hingga mengecam ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap wilayah terpencil.
"Banyak anak-anak sekolah lalui jalan ini tiap hari, bahkan sering terjadi kecelakaan karena menghindari kubangan untuk mencari badan jalan yang bagus," tegasnya.
Melalui aksi ini, warga Dusun Sukajaya berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan anggota dewan yang terhormat segera turun ke lapangan untuk melihat fakta nyata dan memberikan solusi konkret, bukan sekadar janji politik musiman.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:


0Komentar