Respons Kondisi TPA Kebon Kongok, Kades Suka Makmur Tekankan Solusi Berkelanjutan dan Kondusivitas Warga
(Foto: Kepala Desa Suka Makmur, H. Selamet,)

 Lombok Barat - Reportase7.com

Kepala Desa Suka Makmur, H. Selamet, secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang saat ini telah melebihi kapasitas operasional (overload), Sabtu 15 Februari 2026.

Persoalan ini dinilai sebagai isu krusial yang memerlukan perhatian lintas sektor karena berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

​Dalam keterangannya, H. Selamet menegaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Suka Makmur berkomitmen mendukung penuh upaya Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk merumuskan solusi jangka panjang. 

Ia berharap kebijakan yang diambil nantinya bersifat transparan dan partisipatif.

​“Kami dari Pemerintah Desa Suka Makmur mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan overload TPA Kebon Kongok. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar H. Selamet.

​Selain menyoroti teknis penanganan sampah, H. Selamet juga memberikan imbauan khusus terkait situasi sosial di tengah masyarakat. Beliau mengajak seluruh elemen warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

​Pihak Desa mendorong agar setiap aspirasi maupun keluhan masyarakat disampaikan melalui jalur yang tepat, yakni musyawarah dan dialog, guna menghindari konflik sosial yang tidak diinginkan. Seperti mengedepankan musyawarah mufakat.

Dirinya siap menjadi jembatan komunikasi (mediator) antara warga dan Pemerintah Daerah. Tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

​H. Selamet menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengelola TPA, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan permasalahan TPA Kebon Kongok dapat tertangani secara komprehensif tanpa menyisakan dampak sosial yang berkepanjangan bagi warga Desa.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01