Indonesia di Ambang Dijajah China, Elit Parpol Malah Sibuk Rebutan Kursi

Oleh : Sholihin MS
(Pemerhati Sosial dan Politik)


Reportase7.com
Berjuang mensejahterakan rakyat lewat rezim boneka China adalah omong kosong. Kemenangan Prabowo-Gibran adalah kemenangan China dan kekalahan rakyat Indonesia.

Jika elit partai-partai politik ingin berjuang lewat kabinet pemerintah topangan oligarki taipan dan China komunis, logika argumentatifnya di mana?

Dengan dimenangkannya paslon 02 (oleh rezim Jokowi), secara curang, China akan menyempurnakan hegemoninya di Indonesia. China tinggal satu langkah lagi menguasai Indonesia.

Hanya rakyat jujur yang masih memiliki jiwa nasionalisme dan berjuang untuk bangsa dan negara. Mereka secara tulus benar-benar ingin merubah keadaan rakyat dan negara. Sebaliknya, para elit Parpol sibuknya hanya untuk kepentingan pribadi dan partainya, tidak lagi memikirkan kesejahteraan rakyat.

Selama 10 tahun ini hampir seluruh program Pemerintah (Presiden) telah menyengsarakan rakyat, tapi para menteri bisa berbuat apa?

Program Bansos dan BLT itu bukan mensejahterakan rakyat, tapi memelihara kemiskinan.

Program kesejahteraan rakyat adalah pendidikan gratis, berobat gratis, urus dokumen gratis, bebas pajak, Tol gratis, Transportasi murah, BBM murah, TDL murah, sembako murah, kerja mudah, pemerintah membantu semua usaha UMKN, dan segala pungutan liar diberantas habis.

Indonesia negara kaya akan sumber daya alam tapi rakyatnya miskin dan menderita, karena pemimpinnya bodoh dan tidak amanah. Padahal di negara lain bisa menggaji rakyatnya dengan layak.

Program Makan Siang dan Susi Gratis yang digaungkan Prabowo-Gibran, jika dananya mengambil dari APBN, dipastikan akan berimbas kepada sektor lsin, pasti ada dana yang yang dihapus atau dikurangi, yang sebelumnya dialokasikan untuk bidang lain bakal dicabut. Konon dana Bos pendidikan mau dialokasikan untuk program makan siang.

Belum juga resmi jadi Presiden, pajak dan harga-harga sudah dan akan naik lagi, konon mulai bulan Mei atau Juni ini.

Rezim Jokowi hanya mementingkan keluarganya, oligarki taipan dan China komunis. Sepertinya jabatan Jokowi hanya untuk ketiga tujuan itu, sampai-sampai partai dan induk semang yang mengantarkan keberhasilannya juga ditendang. Semua keinginan China selalu dituruti, tapi rakyat sendiri terus dikorbankan.

Prabowo-Gibran adalah penerus Jokowi, penerus jadi budak China dan kemelaratan bagi rakyat. Sebagai boneka China, semua program untuk kesejahteraan rakyat pasti bakal dianulir, dan lagi dana untuk kesejahteraan rakyat sudah disedot ke China.

Hampir dipastikan, Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan lebih baik dari Pemerintahan Jokowi. Lalu, apa yang bisa dikerjakan kabinet Prabowo-Gibran selain menindas rakyat seperti selama ini? Mengapa parpol koalisi perubahan mudah sekali bergeser filosofi dan perjuangannya?

Jika saja PDIP, Nasdem, PKB, dan PKS bisa jadi oposisi maka, mereka di DPR bisa menekan Pemerintah untuk bisa membuat program-program pro rakyat. Tapi jika Nasdem dan PKB orientasi hanya kursi menteri, bohong jika bicara kesejahteraan rakyat. Yang pasti mereka akan dapat pundi-pundi untuk partainya.

Kiranya sekarang waktunya rakyat bangkit. Kita harus wujudkan parlemen jalanan, people power, pengadilan rakyat, revolusi, atau Mahkamah Rakyat untuk menumbangkan Jokowi dan menolak kemenangan Prabowo-Gibran.

Para elit parpol sudah tidak bisa diharapkan lagi.