(Foto: Kepala SMA Negeri 1 Seteluk Warli Fitriani)


Mataram - Reportase7.com

Dalam menurunkan jumlah anak-anak putus sekolah di Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat Dikbud NTB menunjuk SMAN 1 Seteluk membuka sekolah terbuka.

Sekolah Terbuka yang bertujuan untuk anak-anak melanjutkan sekolahnya karena mengalami beberapa faktor. Hal ini tentunya dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk terus belajar dan mendapatkan ijazah formal.

Kepala SMAN 1 Seteluk Warli Fitriani ketika dihubungi media reportase7 Rabu, (02/8/2023) mengatakan sekolah terbuka di SMAN 1 Seteluk dibuka pada tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 45 siswa.

"Saat ini jumlah siswa sekolah terbuka sudah mulai meningkat dengan rincian kelas XII yang terbagi menjadi dua kelas yakni XII IPS.3 dan XII IPS.4. Kelas XII IPS.3 sebanyak 27 siswa, kelas XII IPS.4 sebanyak 26 siswa, dan kelas XI.8 sebanyak 30 siswa," ujarnya.


Diakui Warli dalam merekrut atau mendapatkan siswa sekolah terbuka, timnya melakukan langkah-langkah sosialisasi dengan semua kantor Desa yang ada di Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, lalu ke forum MKKS untuk disampaikan kepada siswa yang terkena DO di sekolah tersebut, tidak hanya itu tetapi melalui beberapa media sekolah juga.

Dalam proses belajar mengajar SMAN 1 Seteluk menggunakan empat tempat kegiatan belajar (TKB) yang ada di Desa tersebut, diantaranya Dusun Sedong, Desa Kelanir, Desa Poto Tano, Desa Tua Naga Poto Tano, dan disekolah.

Sebelumnya Kepala Dinas Dikbud NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd menerangkan sekolah terbuka ini bertujuan untuk pendidikan anak-anak yang mengalami putus sekolah.

"Ada berbagai faktor penyebab anak-anak alami putus sekolah, tidak hanya karna menikah diusia dini saja, melainkan adanya faktor ekonomi keluarga, anak-anak yang malas sekolah di gedung atau ingin bersekolah dengan pakaian dan tempat yang bebas," pungkas Aidy.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01