Bupati Lombok Timur Pasang Badan Ditengah Defisit Anggaran, Optimis Menata Daerah

Lombok Timur. Reportase7. 

Ditengah hantaman efisiensi anggaran pusat yang mencapai Rp 405 miliar lebih, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menunjukkan optimismenya dalam menata daerah. Dalam silaturahmi bersama Forum Kepala Lingkungan (Kaling) se-Kecamatan Selong dan Labuhan Haji di Pendopo Bupati, Selasa (12/05/2026), 

Bupati membawa angin segar mulai dari jaminan sosial hingga rencana perombakan wajah kota.
Kabar Gembira juga disampaikan 
Bupati Warisin dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Kepala Lingkungan sebagai ujung tombak pelayanan. Hal penting yang menjadi sorotan adalah
masa bakti Kaling akan diperpanjang menjadi 8 tahun bagi mereka yang berusia dibawah 60 tahun.

Bupati Lombok Timur juga memutuskan untuk menyetarakan insentif pajak PBB bagi Kaling di Kecamatan Selong menjadi 8%, menyamai standar Kecamatan Labuhan Haji.

Tak hanya itu, Pemkab juga berupaya memasukkan seluruh Kepala Lingkungan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan guna menjamin keamanan kerja mereka dilapangan.
Strategi 'Lobi Pusat' di Tengah Krisis Fiskal

Bupati tidak menampik kondisi keuangan daerah sedang terjepit. Beban BPJS kesehatan yang melonjak ke angka Rp 132 miliar tahun ini menjadi tantangan berat. Namun, Bupati menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mati suri meski tanpa mengandalkan PAD secara total.

"Tidak ada jalan lain, kita harus jemput bola ke pusat,"tegas Bupati. Strategi ini terbukti ampuh; Lombok Timur kini menjadi kandidat kuat penerima hibah Rp150 miliar dari Bank Dunia melalui program LSDP. 

Dana jumbo ini diproyeksikan untuk menyulap sampah menjadi energi listrik dan sumber PAD baru. Wajah baru Kota Selong, Masjid Agung hingga Food Court. 

Dalam paparannya, Bupati juga mengungkap cetak biru modernisasi pusat kota. 

Dengan anggaran total hampir Rp90 miliar, dua proyek monumental akan segera berdiri. Masjid Agung Al-Mujahidin, renovasi besar dengan anggaran Rp 50 miliar. Transformasi menjadi gedung serbaguna representatif senilai Rp 38 miliar.

Bupati juga merencanakan pemindahan Kantor Camat Selong untuk dialihfungsikan menjadi pusat kuliner (food court), yang diharapkan mampu menghidupkan ekonomi kreatif lokal.

Dihadapan 57 Kepala Lingkungan yang hadir, Bupati meminta dukungan penuh terhadap program pemerintah. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam bekerja dan keadilan dalam melayani masyarakat.

"Bantu Pemerintah, ikhlas bekerja. Jangan pernah membedakan, jadilah pemerintah yang adil. Jika hasilnya bagus, pemerintah wajib memperhatikan keinginan rekan-rekan semua,"tutupnya.

Pewarta: RS
Editor: R7 - 01