Dinkes Sumbawa Barat Borong Dua Penghargaan Provinsi, Unggul dalam Capaian MP-ASI dan ASI Eksklusif

Sumbawa Barat – Reportase7.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam ajang Pertemuan Penguatan Surveilans Gizi Kabupaten/Kota se-NTB Tahun 2026 yang digelar di Hotel Lombok Astoria, Mataram (27–30 April 2026), KSB sukses menyabet dua penghargaan strategis dari lima kategori yang tersedia.

Prestasi yang diraih mencakup dua indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu:
1. Capaian Tertinggi Nasional 2025 untuk indikator anak usia 6–23 bulan yang mendapatkan MP-ASI Beragam dengan angka 95,2%.
2. Capaian Tertinggi Nasional 2025 untuk indikator bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 88,3%.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, kepada perwakilan Tim Kerja Gizi Dinkes KSB.

Dalam sambutannya, Sinta M. Iqbal menekankan bahwa keberhasilan intervensi kesehatan sangat bergantung pada validitas data. Ia mengapresiasi sinkronisasi data yang dilakukan KSB, mulai dari tingkat Posyandu, Puskesmas, hingga lintas sektor.

"Sinkronisasi data menjadi faktor krusial agar intervensi pemerintah tepat sasaran. Keselarasan ini adalah fondasi utama dalam mempercepat penurunan angka stunting dan wasting," tegasnya, Selasa 28 April 2026.

Selain itu, ia mendorong penggunaan pendekatan berbasis kearifan lokal agar program gizi lebih diterima dan efektif di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga TP PKK.


“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Capaian ini bukan akhir, melainkan semangat baru untuk menjaga konsistensi program agar generasi Sumbawa Barat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar dr. Carlof.

Ia menambahkan, ke depan Dinkes KSB akan semakin memperkuat surveilans gizi dan memperluas edukasi masyarakat. Fokus utama tetap pada optimalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Bumi Pariri Lema Bariri.

Melalui prestasi ini, Kabupaten Sumbawa Barat mempertegas posisinya sebagai daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pembangunan kesehatan berbasis data dan kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01