AMARAH NTB Desak Polres Loteng Gelar Tes Urine Mendadak, Jangan Kasih Jadwal Kalau Mau Akurat

Lombok Tengah - Reportase7.com

Menanggapi instruksi pemeriksaan urine bagi seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia, Aliansi Masyarakat Anti Rasuah (AMARAH) NTB secara tegas meminta agar jajaran Polres Lombok Tengah melaksanakan tes tersebut secara mendadak dan tidak terjadwal.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan objektivitas hasil serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di tengah masifnya peredaran narkotika di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Juru bicara AMARAH NTB, Ramdan, menekankan bahwa efektivitas pemberantasan narkoba di internal kepolisian sangat bergantung pada metode pemeriksaan yang digunakan. Menurutnya, pengumuman tanggal dan waktu tes justru berpotensi menjadi celah bagi oknum nakal untuk menghindar.

"Sebaiknya tes urine dilakukan secara mendadak, bertahap, dan tidak diumumkan terlebih dahulu hari serta tanggalnya. Hal ini semata-mata untuk menemukan hasil yang akurat dan lebih terpercaya," ujar Ramdan, Senin 02 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan massal yang melibatkan hingga 1.000 personel dalam satu waktu justru berisiko menimbulkan ketidaktelitian.

Senada dengan hal tersebut, Ramdan yang juga baru saja terpilih sebagai Ketua LMND ini menegaskan bahwa sebagai aparat penegak hukum, polisi wajib menjadi contoh nyata masyarakat yang bersih dari narkoba.

"Peredaran narkoba di Pulau Sumbawa dan Lombok sudah sangat masif. Keterlibatan oknum anggota bukan lagi barang baru. Polisi tidak boleh anti-kritik atau anti-saran, karena ini demi menjaga citra kepolisian yang selama ini sering tercoreng oleh ulah oknum nakal," tegasnya.

Terkait informasi yang baru-baru ini disampaikan AMARAH ke Polres Lombok Tengah, Ramdan berharap pihak kepolisian memaknainya sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam menyelamatkan generasi bangsa.

Ia menyebutkan NTB saat ini berada dalam status darurat narkoba yang memerlukan tindakan luar biasa. Tes urine mendadak diharapkan mampu membuka tabir dugaan adanya oknum polisi yang menjadi "pemain" atau pelindung para pelaku narkoba.

AMARAH NTB juga telah menyiapkan data dan informasi serupa untuk diserahkan ke Polda NTB guna mengungkap jaringan yang terlibat.

AMARAH NTB, yang terdiri dari gabungan elemen GMPRI, IMPERIUM, Deklarasi, Garda Satu, dan Kawal NTB, berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses pemberantasan narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat tanpa henti.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01