AMARAH NTB Dukung Instruksi Kapolri Tes Urine Massal, Desak Pemeriksaan Rambut dan Darah bagi Oknum Polisi

Mataram – Reportase7.com

Aliansi Masyarakat Anti Rasuah (AMARAH) NTB secara resmi menyatakan dukungannya terhadap instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan Divisi Propam untuk melakukan tes urine massal bagi seluruh personel Polri di Indonesia. Namun, aliansi ini menekankan bahwa prosedur tersebut harus dilakukan secara mendalam untuk menjamin akurasi.

​Salah satu anggota aliansi, Nasrullah (Cuk Loh), menegaskan bahwa pengecekan tidak boleh hanya berhenti pada tes urine saja. Menurutnya, untuk membersihkan institusi Polri dari bahaya narkotika, diperlukan metode tes yang lebih sulit dimanipulasi.

​"Kalau hanya tes urine bisa saja tidak terbaca, namun kalau tes darah dan rambut hasilnya jauh lebih akurat. Akurasi ini penting karena tujuannya adalah membersihkan institusi Polri dari oknum yang bersentuhan dengan narkoba," ujar Nasrullah, Sabtu 21 Februari 2026.

​Senada dengan hal tersebut, Abdul Hakim yang juga tergabung dalam AMARAH NTB, meminta Kapolda NTB untuk bersikap tanpa kompromi jika ditemukan anggota yang positif mengonsumsi atau terlibat narkoba.

​Ia mengibaratkan oknum polisi nakal sebagai "duri dalam daging" yang harus segera disingkirkan. 

"Jika nanti ada anggota yang positif, sebaiknya langsung diberikan hukuman berat, bahkan dipecat. Jika memiliki jabatan, segera dicopot," tegas Abdul Hakim.

​AMARAH NTB juga mengungkapkan alasan di balik kerasnya tuntutan mereka. Sapari, anggota aliansi lainnya, membeberkan bahwa informasi di lapangan menunjukkan adanya oknum polisi yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba hingga praktik "tebus kasus".

​"Banyak oknum yang diduga bersentuhan dengan pengedar, bahkan terlibat dalam peredaran dan praktik tebus kasus. Hal inilah yang menyebabkan peredaran narkoba di NTB tidak kunjung berkurang," ungkap Sapari.

​Ia menambahkan, jika aparat penegak hukum bekerja murni sesuai aturan tanpa ada praktik transaksional, maka kondisi darurat narkoba di NTB bisa ditekan. 

"Mestinya kalau sudah tangkap pelaku, beri efek jera, penjarakan, dan hukum seberat-beratnya. Jangan ada proses tebus segala," pungkasnya.

​AMARAH NTB kini menunggu jadwal resmi pelaksanaan tes serentak tersebut. Mereka berkomitmen untuk mengawasi dan mengawal seluruh prosesnya guna memastikan transparansi agar tidak ada hasil yang ditutup-tutupi dari publik.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01