PP KAMMI Gelar Diskusi Soroti Krisis Ekologis dan Tata Kelola SDA Nasional
Redaksi
Font size:
12px
Jakarta – Reportase7.com
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar diskusi bertajuk “Ekologis dan Pengelolaan Sumber Daya Alam” di Warung Bang Ali, Kamis 15 Januari 2026.
Diskusi yang merupakan agenda rutin dua pekanan ini dihadiri oleh puluhan kader PP KAMMI dari berbagai latar belakang keilmuan. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan terkait persoalan ekologis serta tata kelola sumber daya alam (SDA) di Indonesia.
Ketua PP KAMMI, Amri Akbar, menyampaikan bahwa kondisi ekologis dan pengelolaan SDA di Indonesia saat ini berada pada fase yang mengkhawatirkan. Ia menilai eksploitasi sumber daya alam yang tidak berorientasi pada keberlanjutan berpotensi menimbulkan krisis lingkungan sekaligus konflik sosial di masa depan.
“Kondisi ekologis dan sumber daya alam kita bisa menjadi ancaman serius jika tidak dikelola secara adil dan berkelanjutan. Negara harus hadir memastikan kebijakan SDA berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Amri.
Sementara itu, Herianto dalam pemaparannya menyoroti persoalan deforestasi yang semakin masif serta terbatasnya akses masyarakat terhadap air bersih di berbagai daerah.
“Hari ini kita dihadapkan pada fakta deforestasi yang terus terjadi dan krisis air bersih yang semakin nyata. Ini bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu keadilan sosial dan keberlangsungan hidup masyarakat,” tegasnya.
Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Ajiz, yang menyoroti persoalan ekologi hayati di wilayah laut Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah potensi hayati laut telah diklaim oleh negara lain, yang pada akhirnya berdampak langsung pada masyarakat pesisir di dalam negeri.
“Ketika ekologi hayati laut kita diklaim pihak luar, masyarakat kita sendiri yang paling merasakan dampaknya, baik secara ekonomi maupun keberlanjutan hidup,” jelas Ajiz.
Selain itu, Ogy turut menyinggung kondisi ekologis di kawasan Laut Cina Selatan yang dinilainya berada dalam situasi kritis dan perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kondisi ekologis di Laut Cina Selatan sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa diabaikan. Ini menjadi tantangan besar bagi kedaulatan lingkungan dan sumber daya laut,” ujarnya.
Melalui diskusi ini, PP KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu ekologis dan pengelolaan sumber daya alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan bangsa.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar