(Foto: Kepala SMA Negeri 2 Jonggat Basuki, S. Pd saat ditemui media di ruangannya)


Lombok Tengah - Reportase7.com

SMA Terbuka menjadi salah satu alternatif bagi anak-anak yang mengalami putus pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB telah melakukan upaya terhadap SMA Terbuka.

Hal ini tentunya berpengaruh juga terhadap sekolah dimana diminta untuk membuka SMA Terbuka.

SMA Terbuka, SMAN 2 Jonggat Kab. Lombok Tengah adalah salah satu sekolah yang memiliki 86 siswa yang melanjutkan pendidikan karna putus sekolah.

Kepala SMAN 2 Jonggat Basuki, S. Pd, ketika dikonfirmasi media, Juma'at, (07/07/2023) mengatakan sebanyak 68 siswa yang naik ke kelas XII dan 18 siswa di kelas X, untuk tahun ajaran 2023/2024 masih menunggu selesei PPDB sekolah ini secara reguler.

Ditanya terkait siswa dari SMAN 2 Jonggat sendiri ada yang putus sekolah, ia menjawab ada beberapa siswa juga yang putus pendidikannya.

"Di SMA 2 Jonggat ini sudah kami data dan minta informasi, ada banyak yang putus sekolah gara-gara masalah ekonomi, masalah covid dan tentunya kami dari pihak sekolah mengharapkan supaya yang putus itu tetap bisa melanjutkan pendidikannya di SMA terbuka ini," ungkap Basuki.

Untuk tahun pelajaran 2023/2024 sementara belum ada yang mendaftar dikarenakan masih pendaftaran secara reguler, setelah selesei yang reguler baru akan ada pendaftar untuk SMA Terbuka.

"Kebijakan dari sekolah dalam pembelajaran tatap muka, SMAN 2 Jonggat menggunakan sekali dalam seminggu, dengan dua tempat kegiatan belajar (TKB) yaitu di desa erot dan puyung, ada juga yang belajar di sekolah setelah siswa usai belajar jadi totalnya bisa dua kali seminggu," imbuhnya.

Dalam meningkatkan siswa untuk sekolah terbuka, pihak sekolah terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, melakukan telecall juga dengan kepala desa setempat, selain itu juga memasang spanduk di sekolah agar lebih dibaca masyarakat.

"Tapi mungkin masih proses PPDB yang reguler dulu, sehingga masyarakat biasanya setelah selesai baru mendaftar sekitar bulan Agustus dan September," jelasnya.

Basuki berharap agar terpenuhinya kuota siswa yang diberikan di SMAN 2 Jonggat, Dinas Dikbud NTB tentunya tetap konsisten, sehingga anak-anak yang tidak diterima di jalur zonasi sekolah yang dituju bisa mendaftar di sekolah ini.

Pewarta: Fitri
Editor: R7 - 01