(Foto: Ketua Pimda PKN NTB TGH Fauzan Zakaria Amin)


Mataram - Reportase7.com

Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) sekaligus silaturahim bersama tokoh-tokoh NTB dan Forkopimda NTB Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Nusa Tenggara Barat digelar di Hotel Lombok Raya. Dalam agenda ini, mengangkat tema "Merajut Kebersamaan Agar Tercipta Pemilu Damai 2024", Jum'at (09/06/2023).

Ketua Pimda PKN NTB, TGH Fauzan Zakaria Amin menyampaikan, selain berkomitmen dalam menciptakan Pemilu damai, dalam Rapimda kali ini juga membahas beberapa strategi partai dalam memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Baik dalam hal konsolidasi struktur dan persiapan para bakal calon legislatif (Bacaleg) dan pemenangan Pemilu 2024.

Untuk konsolidasi struktur, kata Tuan Guru Millenial (TGM) sapaannya, para pimpinan cabang (Pimcab) di tingkat Kabupaten/Kota yang hadir diminta untuk mengkonsolidasikan sekaligus menyelesaikan pembenahan. Mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, kecamatan hingga ke level ranting.

“Sesungguhnya struktur kita sudah terbentuk 100 persen. Hanya, diperkuat dan dilakukan restrukturisasi,” ungkapnya.

Selain itu, agenda kali ini sangat penting. Menurut mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB itu, Rapimda dan silaturahim ini sebagai ajang memperkuat dan memperkokoh persahaban, perdaudaraan, dan pertemanan antar suku satu dengan yang lain, antara satu ras dengan yang lain dan antar sesama umat beragama.

"Saya yakin bahwa kader-kader PKN NTB bisa menjadi contoh keberagaman nusantara, terutama di Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki PKN NTB, TGH Fauzan yakin bahwa PKN bisa turut berkontribusi membangun daerah ke depan.

"NTB tidak bisa dibangun oleh hanya satu orang saja (Gubernur), tapi harus dengan kebersamaan. Dari itu, izinkan kami turut ambil andil dalam membangun Nusa Tenggara Barat ke arah yang lebih baik lagi," ujar TGH Fauzan di depan Gubernur dan tamu undangan lainnya.


Di satu sisi lanjut TGM, kader-kader PKN yang merupakan anak-anak muda ingin menimba ilmu dari Gubernur, para ketua partai politik yang hadir dan tamu undangan lainnya yang sudah lama berkontribusi di dunia politik. Sebab bagaimanapun kesiapan PKN NTB dalam mempersiapkan Bacaleg, namun diperlukan juga memahami ilmu dan pengalaman dari para politisi senior lainnya.

"Dari itu saya tekankan kepada semua kader dan Bacaleg PKN untuk mari meraih kemenangan tanpa menjatuhkan orang lain. Kemenangan harus diraih dengan positif, konstruktif dan inovatif. Kader PKN tidak boleh merasa paling hebat. Kita harus belajar dari para senior. Sebarkan kebaikan, tutupi kekurangannya. Terakhir, mari seluruh kader PKN di NTB harus percaya diri untuk bersaing dengan para Caleg incumbent," pintanya.

Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah yang hadir salam acara tersebut juga merasa bangga dengan pengurus Pimda PKN NTB. Dirinya meyakini bahwa kader-kader PKN NTB bukan tokoh-tokoh yang tidak memiliki tempat, bukan orang yang tidak laku di partai politik lainnya, akan tapi partai politik hanya sebagai sarana dan kendaraan untuk bisa mengabdikan diri kepada masyarakat serta berkontribusi bagi daerah dan negara.

"Mengurus partai tidak susah-susah amat. Kalau PKN ingin dapat kursi, taruh Caleg yang potensial dan kredibel di setiap Dapil. Kalau Caleg-nya tidak kredibel, sampai kiamat tidak akan dipilih. Tidak ada masyarakat nanya apa visi-misi partai kita apa. Kredibilitas Caleg-nya yang dilihat masyarakat," ulamanya.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP), TGH Muzihir yang hadir dalam acara tersebut huga mengaku bangga. Selama 25 tahun dirinya berkiprah di partai politik, baru kali ini dia diundang di acara internal partai politik lainnya.

Muzihir pun tidak sungkan berbagi trik sehingga bisa menjadi anggota DPRD selama empat periode hingga saat ini.

"Teori politik itu tidak ada di bangku kuliah. Intinya adalah silaturahim. Itu saja modal saya, tidak ada yang lain. Saya tidak terlalu pintar, tapi saya tahu maunya rakyat," tuturnya.

"Dimana kita ngomong ya harus tau sesuai keinginan mereka. Kita ngomong dengan tukang sapu, ya bicara apa maunya tukang sapu. Kita bicara dengan jemaah pengajian, ya kita bahas soal fiqih halal-haram. Begitu juga di lembaga DPRD, kita bahas soal daerah dan konstituen," katanya menambahkan.

Pewarta: GJI
Editor: R7 - 01