Mataram – Reportase7.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dr. Carlof, M.MRS., MQM., menghadiri agenda bergengsi Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) 2026. Kegiatan yang mempertemukan pemangku kebijakan kesehatan se-Indonesia ini berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, mulai 28 April hingga 1 Mei 2026.

Mengangkat tema “Indonesia Sehat dari Desa”, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan manajemen layanan kesehatan di tingkat Puskesmas dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2025–2029. Isu-isu krusial seperti beban Penyakit Tidak Menular (PTM), percepatan penurunan stunting, hingga pengendalian penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) menjadi fokus pembahasan utama.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terpilihnya NTB sebagai tuan rumah.

"Forum ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang belajar dan penguatan kolaborasi antar daerah dalam membangun fondasi kesehatan nasional yang tangguh," ujar Gubernur, Rabu 29 April 2026.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum ADINKES, dr. Moh. Subuh, menekankan bahwa desa adalah ujung tombak transformasi kesehatan. "Tantangan kesehatan harus dijawab dari level paling dasar. Desa adalah fondasi utama mewujudkan masyarakat sehat," tegasnya.

Inovasi KSB: Integrasi Layanan Digital dan Pengendalian Tembakau

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan panggung khusus untuk memaparkan inovasi daerah. Melalui sambungan virtual, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., mempresentasikan keunggulan program Kartu Sumbawa Barat Maju.

Program ini mengintegrasikan layanan digital berbasis keluarga, di mana salah satu pilar utamanya adalah Layanan Maju Kesehatan. 

Fitur unggulannya yang meliputi, TRC Ambulans berbasis Puskesmas yakni Layanan on-call dan kunjungan terjadwal. Santunan pasien, adalah bantuan biaya pendamping pasien dan ambulans rujukan gratis, dan Layanan Kemanusiaan, yang merupakan bentuk pelayanan pemulangan jenazah dari luar daerah hingga ke rumah duka.

Menariknya, pada tahun 2026 ini, layanan TRC Ambulans diintegrasikan dengan upaya pengendalian tembakau. Petugas yang melakukan kunjungan rumah juga mendata perilaku merokok anggota keluarga. 


Rumah tangga yang bebas asap rokok diberikan apresiasi berupa stiker “Rumah Tangga Bebas Asap Rokok”, sementara bagi yang masih merokok, diberikan edukasi dan pendampingan berhenti merokok secara berkala. Semua data ini terintegrasi dalam aplikasi KSB Maju untuk intervensi yang tepat sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., menyampaikan bahwa kehadiran KSB di forum nasional ini merupakan langkah penting untuk memperkenalkan praktik baik (best practice) daerah ke kancah nasional.

"Pemaparan Bapak Bupati menunjukkan komitmen kuat KSB dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, cepat, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Transformasi ini mulai dari TRC Ambulans, penguatan Posyandu, hingga penanganan stunting akan terus kami perkuat demi kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat," pungkas dr. Carlof.

Dengan partisipasi aktif dalam Semiloka ADINKES 2026, Kabupaten Sumbawa Barat optimis dapat terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya untuk mewujudkan sistem kesehatan yang merata dan berkelanjutan, dimulai dari desa.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01