(Foto: Kadis Kesehatan Lombok Barat Arief Suryawirawan)

Lombok Barat - Reportase7.com


Kepala Dinas Kesehatan (DIKES) Lombok Barat (Lobar) merencanakan akan meningkatkan kwalitas layanan kesehatan ditingkat Puskesmas untuk menciptakan suasana nyaman dan ramah sehingga masyarakat akan lebih memilih alternatif Puskesmas sebagai tempat untuk berobat dan perawatan kesehatan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan antrian pelayanan di Rumah Sakit dan mempercepat penanganan terhadap pasien khususnya yang bersifat gawat darurat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat Arief Suryawirawan diruang kerjanya, Jum'at 3 Maret 2023.

Menurutnya, orang sakit membutuh sentuhan kelembutan zahir dan bathin, sakit zahir tentunya bersumber dari sakit bathin.

“Orang sakit itu datang ke pusat layanan kesehatan untuk berobat supaya sembuh.  Melayani orang sakit harus dengan keramah tamahan, disapa dengan lembut dengan sentuhan sentuhan penuh kelembutan agar bathinnya juga nyaman. Karena penyakit itu bersumber dari bathin yang tidak sehat. Sehingga bathinnya dulu yang disentuh dengan kelembutan,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Arief menyampaikan bahwa dibutuhkan petugas khusus yang dari face hingga tutur santunnya menarik dan dapat memberikan kenyamanan sebagaimana pelayanan ditoko, Mall dan Epicentrum.

“Barometer masyarakat tentang kenyamanan selalu berpandangan pada pelayanan evicentrum dan mall karena suasananya nyaman, disambut dengan keramahan pramusaji dan kebersihannya terjaga dengan baik. Oleh karena itu dipuskesmas juga harus mencontoh seperti itu. Maka untuk layanan itu didalam istilah kesehatan disebut Pramusada. Kita akan coba terapkan disatu kecamatan dulu sebagai percontohan, selanjutnya akan diwajibkan kepada seluruh puskesmas se Lombok Barat untuk memberikan layanan Pramusada,” paparnya.

Katanya juga, Pramusada pun harus dibekali dengan pelatihan pelatihan dasar tentang pelayanan gawat darurat agar dapat mengambil tindakan tepat dan reaksi cepat.

“Pramusada tidak hanya harus lemah gemulai dan lembut bertutur santun, tapi harus juga dibekali pelatihan dasar tentang tindakan darurat saat mendapat pasien gawat darurat. Mereka juga harus trampil, cekatan, bertindak tepat dan cepat. Jika unsur itu terpenuhi saya yakin masyarakat akan lebih memilih perawatan kesehatan di Puskesmas yang lebih dekat dengan mukimnya daripada harus jauh jauh ke Rumah Sakit,”  tutupnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01