![]() |
| (Foto: Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat Agusty Lanang Medya,) |
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Agusty Lanang Medya, angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan proyek peningkatan jalan jalur dua di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Proyek yang menelan anggaran puluhan miliaran rupiah tersebut yang bersumber dari APBD I Provinsi NTB diduga dikerjakan asal-asalan demi mengejar target, tanpa memperhatikan kualitas dan spesifikasi teknis.
Berdasarkan pantauan lapangan, kondisi jalan saat ini mulai tidak stabil dengan permukaan hotmix yang labil. Meski terdapat bekas perbaikan berupa tambal sulam, kerusakan justru kembali terjadi di titik yang sama.
"Kami mengendus adanya dugaan praktek 'maling volume' dalam proyek ini. Kualitas pekerjaan sangat diragukan. Biar seribu kali ditambal sulam, kalau kualitas hotmix-nya buruk, pekerjaan itu akan tetap hancur," tegas Lanang Medya dalam keterangannya, Selasa 10 Februari 2026.
MPC Pemuda Pancasila KSB merinci sejumlah poin yang diduga dilanggar dalam pelaksanaan proyek tersebut, di antaranya, komposisi Agregat (LPB dan LPA) diduga tidak sesuai spesifikasi dokumen lelang. Pemadatan lapangan disinyalir tidak mencapai nilai California Bearing Ratio (CBR) yang telah ditentukan.
Pihaknya juga menyoroti ketebalan lapisan aspal (hotmix), secara kasat mata terlihat tidak merata dan tidak sesuai standar. Bahkan muncul dugaan material hotmix dari AMP tetap dihamparkan meski suhunya sudah di bawah standar (kurang dari 110∘C - 120∘C), yang mengakibatkan aspal menjadi kaku dan sulit dipadatkan.
"Kami melihat pengabaian kemiringan badan jalan (crossfall) yang menyebabkan air tergenang secara sporadis, yang mempercepat kerusakan struktur aspal," tegas Joy sapaan akrabnya.
Akibat teknis pengerjaan yang serampangan, permukaan jalan kini nampak bergelombang. Joy mengkhawatirkan jika kondisi ini dibiarkan, kerusakan akan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan.
"Sangat miris melihat uang rakyat puluhan miliar hanya menghasilkan proyek tambal sulam yang kualitasnya rendah. Kami meminta kepada BPKP NTB untuk segera mengaudit kualitas dan kuantitas pekerjaan di lapangan," pungkasnya.
Aparat Penegak Hukum (APH) juga jangan tinggal diam, segera memanggil dan memeriksa kontraktor pelaksana serta dinas terkait.
MPC Pemuda Pancasila KSB menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada pertanggungjawaban nyata dari pihak pelaksana, demi memastikan pembangunan di Sumbawa Barat berjalan sesuai aturan dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar