Ramadhan 1447 H, MUI NTB Tekankan Keamanan dan Keharmonisan Sosial
Redaksi
Font size:
12px
MATARAM – REPORTASE 7
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan himbauan resmi dalam rangka menyambut dan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Himbauan tersebut ditujukan kepada seluruh Dewan Pengurus MUI Kabupaten/Kota se-NTB untuk diteruskan kepada masyarakat luas.
Himbauan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 1 A-15 DP P-XXVIII 11/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI NTB, Dr. TGH. Badrun, dan Sekretaris Umum, Prof. Dr. KH. Subhan Abdullah, MA, tertanggal 22 Sya’ban 1447 H atau 10 Februari 2026 M.
Dalam surat tersebut, MUI NTB mengajak seluruh elemen umat Islam untuk menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan, ketakwaan, serta semangat menjaga persatuan dan ketenteraman di tengah masyarakat.
Selain himbauan tertulis, MUI Provinsi NTB juga menyampaikan pesan Ramadhan melalui video resmi bertajuk “Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H”.
Ketua MUI Provinsi NTB, Dr. TGH. Badrun, dalam pesannya menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan madrasah ruhaniyah, tempat umat Islam menempa diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
“Ramadhan adalah sekolah bagi jiwa. Mari kita sambut dengan hati yang bersih, meningkatkan ketaatan, bukan hanya dalam ibadah wajib, tetapi juga dengan menghidupkan tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, serta memperbanyak sedekah,” ujar TGH. Badrun.
Ia juga mengajak seluruh umat Islam di Nusa Tenggara Barat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dan sosial di tengah masyarakat.
Pesan Kedamaian untuk Masyarakat NTB
Sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan, MUI NTB menyampaikan sejumlah pesan penting kepada seluruh lapisan masyarakat di Bumi Gora.
Pertama, MUI NTB mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar suasana Ramadhan tetap kondusif. Menurut MUI, situasi yang aman dan tertib merupakan fondasi utama agar ibadah dapat dilaksanakan dengan khusyuk.
Kedua, MUI NTB mengimbau masyarakat untuk menjaga kekhusyukan beribadah dengan menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenangan umat, seperti kebisingan berlebihan, penggunaan petasan atau mercon, serta kegiatan lain yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kesucian Ramadhan.
Ketiga, MUI NTB menekankan pentingnya toleransi dan saling menghargai antarwarga, baik bagi yang menjalankan ibadah puasa maupun yang sedang berhalangan, demi terciptanya keharmonisan sosial di NTB.
Komitmen Bersama Menjaga Keindahan Ramadhan
MUI NTB menegaskan bahwa keindahan dan kekhusyukan Ramadhan di Nusa Tenggara Barat sangat bergantung pada sikap dan komitmen bersama seluruh masyarakat.
“Mari kita jadikan masjid, mushalla, dan lingkungan sekitar sebagai ruang yang penuh kedamaian, jauh dari perselisihan dan hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah kita,” pesan TGH. Badrun.
Di akhir himbauannya, MUI NTB berharap agar seluruh umat Islam diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Pewarta: Hadi
Editor: R7 - 02
Baca juga:

0Komentar