Baru Seminggu Diresmikan, Jalan Jalur Dua Poto Tano Senilai Rp30 Miliar Mulai Rusak, APH Didesak Bertindak
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa Barat - Reportase7.com
Proyek peningkatan jalan jalur dua di Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuai sorotan tajam. Meski baru saja diresmikan oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, infrastruktur yang menelan anggaran dari APBD Provinsi senilai lebih dari Rp30 miliar tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Kondisi jalan sepanjang 4 kilometer yang dikerjakan oleh PT. Metro Lestari kini mulai terkelupas memicu kritik pedas dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Lembaga Organisasi Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat sekaligus pemerhati lingkungan, Yusuf Maula.
Yusuf Maula, yang akrab disapa Ucok, menilai pengerjaan proyek tersebut terkesan serampangan dan hanya mengejar target penyelesaian tanpa memperhatikan standar kualitas (asal jadi). Sebagai mantan anggota DPRD KSB selama dua periode, ia menyayangkan pemborosan anggaran negara yang tidak dinikmati secara jangka panjang oleh masyarakat.
"Sangat disayangkan anggaran sebesar itu terbuang sia-sia. Proyek ini baru seumur jagung, bahkan baru satu minggu diresmikan Gubernur, tapi aspalnya sudah rusak. Kita patut mempertanyakan kualitas hotmix yang digunakan oleh kontraktor pelaksana," tegas Ucok, Jumat 06 Februari 2026.
Melihat kondisi fisik jalan yang memprihatinkan, Ucok secara terbuka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam. Ia mendesak adanya penyelidikan menyeluruh terhadap proses pengadaan dan pelaksanaan proyek tersebut.
APH diminta segera memanggil kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan dinas terkait untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang rakyat agar tidak habis hanya untuk proyek "tambal sulam".
Ucok mengingatkan agar penegak hukum tetap integritas dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun.
"APH harus berani dan tegas, jangan sampai 'masuk angin'. Segera panggil oknum yang terlibat. Jangan biarkan uang rakyat dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui pengerjaan proyek yang asal-asalan," tambah Ucok dengan nada keras.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat berharap ada perbaikan permanen dan investigasi nyata agar fasilitas publik yang dibiayai negara dapat berfungsi optimal sesuai dengan anggaran fantastis yang telah dikucurkan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar