Klarifikasi Kades Mertak Terkait Tuntutan Warga Awang: Pernyataan Saya Dipelintir Oknum
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Tengah – Reportase7.com
Kantor Desa Mertak, Kecamatan Pujut, mendadak ramai didatangi warga Dusun Awang pada Rabu 04 Februari 2026. Kedatangan masyarakat tersebut bertujuan untuk menuntut permohonan maaf dan sanksi terhadap Kepala Desa (Kades) Mertak, M. Sahnan, atas dugaan ucapan yang dianggap menyudutkan warga.
Menanggapi aksi tersebut, Kades M. Sahnan memberikan klarifikasi tegas guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat. Beliau menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan dan tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun.
Berdasarkan keterangan Kades, persoalan ini bermula dari dinamika pemilihan Kepala Dusun (Kadus) Awang Kebon. Diduga terdapat ketidakpuasan dari oknum calon yang tidak terpilih terkait hasil penilaian Panitia Seleksi (Pansel). Ketegangan ini kemudian berpindah ke ruang digital, tepatnya di grup WhatsApp Pemdes Desa Persiapan Awang.
"Pernyataan saya di grup WhatsApp tersebut murni berupa pertanyaan umum, tidak ditujukan kepada personal atau kelompok tertentu. Namun, kalimat tersebut dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memicu kegaduhan pasca-pemilihan Kadus," ungkap M. Sahnan.
Mengingat pentingnya kondusivitas wilayah menjelang tradisi budaya Bau Nyale, Camat Pujut bersama Kapolsek Kuta telah berupaya melakukan mediasi. Namun, proses musyawarah sempat terganggu oleh provokasi oknum dari luar wilayah dusun terkait (Dusun Awang Asam).
Kades M. Sahnan menyayangkan keributan tersebut, karena saat itu beliau sebenarnya tengah menunjukkan itikad baik sebagai pemimpin.
"Sebagai bentuk tanggung jawab kepemimpinan, saya sempat menyampaikan permohonan maaf kepada warga Awang Kebon, meskipun secara pribadi saya merasa tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan. Namun sangat disayangkan, situasi justru dipanaskan oleh oknum lain," tambahnya.
Imbauan Keamanan dan Ketertiban
Di tempat yang sama, Kapolsek Mandalika memastikan bahwa aksi penyampaian pendapat (hearing) hari ini berjalan kondusif. Sebanyak 30 personel kepolisian dikerahkan bersama Badan Keamanan Desa (BKD) dan Babinsa untuk menjaga keamanan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tersebar di media sosial tanpa verifikasi. Harus melihat persoalan secara utuh dari kedua belah pihak.
Meminta menjaga marwah Desa menjelang perhelatan budaya besar Putri Mandalika.
"Kami mengajak seluruh warga untuk menelaah diri dan mengedepankan perdamaian. Jangan sampai unsur politik memperkeruh persaudaraan kita di Desa Mertak," tutup M. Sahnan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar