Akibat Sering Ngintip dan Pamer Kemaluan, Warga Sebasang Tewas Ditebas Tetangga

Sumbawa – Reportase7.com

Tragedi berdarah mengguncang Desa Sebasang Ketanga, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa pada Selasa (03/02/2026) pagi. Seorang pria berinisial AS (56), yang berprofesi sebagai sopir, tewas mengenaskan setelah ditebas secara brutal menggunakan parang oleh tetangganya sendiri, A alias Adi.

​Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di depan Kios Airin, tepat di hadapan SDN 2 Sebasang Ketanga. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah dan pendarahan hebat di bagian kepala.

​Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sumbawa, IPDA Muliawansyah, mengungkapkan bahwa motif di balik aksi keji ini adalah rasa sakit hati pelaku yang sudah lama terpendam.

​"Pelaku merasa gerah dengan perilaku korban yang diduga kerap melecehkan adik kandungnya. Berdasarkan keterangan, korban sering mengintip adik pelaku saat mandi dan bahkan memamerkan kemaluannyai. Hal inilah yang memicu emosi pelaku hingga terjadi penganiayaan fatal," jelas IPDA Muliawansyah di Mapolres Sumbawa, Selasa siang.

​Ironisnya, pembunuhan ini terjadi tepat di hari yang seharusnya menjadi upaya perdamaian bagi kedua belah pihak. Konflik tersebut rencananya akan dimediasi oleh pihak Desa Sebasang Ketanga pada pagi hari yang sama. Namun, sebelum mediasi terlaksana, pelaku lebih dulu mengambil jalan kekerasan.

​Terkait hal ini, Polres Sumbawa menyayangkan sikap pemerintah Desa yang tidak melibatkan aparat kepolisian dalam menangani konflik warga yang memiliki tensi tinggi tersebut.

​"Kami menyayangkan kelalaian pihak Desa yang tidak melaporkan potensi konflik ini ke Polsek setempat. Pendampingan kepolisian dalam mediasi sangat krusial untuk memberikan pemahaman hukum dan meminimalisir potensi kekerasan," tegas Kasi Humas.

​Saat ini, pelaku A alias Adi telah diamankan di Mapolres Sumbawa untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi tengah mendalami detail motif serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari kedua belah pihak. 

Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

​Pihak kepolisian menghimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan selalu melibatkan aparat penegak hukum dalam penyelesaian sengketa yang berpotensi memicu tindak pidana.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01