Indonesia Bergerak Kritik Respons Konten Pemda Lobar Terkait Jalan Amblas di Buwun Mas
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Barat - Reportase7.com
Ketua Perkumpulan Indonesia Bergerak, Erwin, melontarkan kritik pedas terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat terkait penanganan jalan amblas di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. Menurutnya, reaksi penolakan warga terhadap upaya tanggap darurat pemerintah merupakan bentuk kekecewaan atas penanganan yang dinilai lambat dan hanya bersifat formalitas.
Erwin menegaskan bahwa aksi warga tersebut didasari oleh kekhawatiran nyata akan keselamatan pengguna jalan. Ia menilai ada ketidaksinkronan antara narasi tegas yang ditampilkan di media sosial pemerintah dengan realita di lapangan.
"Wajarlah masyarakat menolak. Melihat kondisi parahnya jalan amblas tersebut, Pemda Lobar terkesan setengah hati. Ini kontras dengan konten Kominfo Lobar di mana Bupati secara tegas meminta Kadis PU segera turun tangan. Nyatanya? Masih begini saja," ujar Erwin dalam keterangan persnya, Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut, Erwin mempertanyakan komitmen Pemda Lombok Barat dalam menangani bencana di tengah cuaca ekstrem. Ia menyayangkan jika langkah-langkah penanganan bencana hanya dijadikan ajang untuk membangun citra positif melalui konten media, tanpa tindakan nyata yang solutif.
Ia menyebutkan ucapan pejabat di media dianggap tidak sejalan dengan tindakan di lokasi bencana. Pemda dinilai hanya datang untuk memantau tanpa membawa solusi konkret yang cepat.
Di tengah cuaca ekstrem, respons birokrasi dianggap terlalu "lelet" untuk kategori tanggap darurat.
"Jangan sampai Pemda hanya tegas di medsos atau cuma mau bikin konten seolah-olah peduli. Tidak sesuai sekali antara ucapan dan perbuatannya. Jangan datang hanya untuk melihat, cuap-cuap, lalu pergi seperti konten kreator yang sekadar mencari nama baik," tegas Erwin.
Mengingat situasi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Indonesia Bergerak mendesak Pemda Lobar dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan perbaikan permanen atau minimal penguatan akses jalan yang lebih aman bagi masyarakat.
Penanganan bencana, menurut Erwin, harus berbasis pada keselamatan nyawa manusia, bukan pada kecepatan unggahan di media sosial. Ia memperingatkan agar pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum bertindak serius.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar