Hujan Ekstrem Guyur Kecamatan Empang, 1.100 KK di Delapan Desa Terdampak Banjir
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa - Reportase7.com
Curah hujan dengan intensitas ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa pada Sabtu sore (07/02/2026), mengakibatkan banjir luapan yang merendam permukiman warga di delapan Desa.
Bencana ini terjadi seiring memasuki puncak musim hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis secara signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, luapan air sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit air berdampak langsung pada sedikitnya 1.100 Kepala Keluarga (KK). Adapun delapan Desa yang terdampak meliputi:
Desa Gapit
Desa Lamenta
Desa Pamanto
Desa Jotang
Desa Jotang Beru
Desa Empang Atas
Desa Empang Bawah
Desa Bunga Eja
Sementara itu, dua Desa lainnya di Kecamatan yang sama, yakni Desa Ongko dan Desa Boal, dilaporkan aman dari genangan air.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan perangkat Desa sesaat setelah laporan diterima.
"Tim darurat kami sudah di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan terkait kerusakan fasilitas publik dan rumah warga. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan logistik darurat berupa sembako serta kebutuhan pokok lainnya," ujar Nurhidayat.
BPBD Provinsi NTB sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di periode awal Februari 2026. Mengingat letak geografis beberapa wilayah di Sumbawa yang rentan terhadap banjir tahunan, masyarakat diminta untuk tetap siaga.
Warga melaporkan bahwa air mulai naik dengan cepat sejak siang hari, memaksa evakuasi mandiri terhadap barang berharga dan hewan ternak. Meski air dilaporkan mulai surut pada Sabtu malam, petugas tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi adanya hujan susulan yang berpotensi memicu banjir kiriman.
BPBD berkomitmen untuk terus memonitor situasi 24 jam dan mempercepat proses pemulihan pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar