Organda NTB Soroti Rencana Penambahan Kapal di Pelabuhan Kayangan, Junaidi Kasum: Prioritaskan Peremajaan, Bukan Sekadar Tambah Armada

Mataram – Reportase7.com

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Junaidi Kasum, angkat bicara dan memberikan catatan kritis terkait usulan penambahan unit kapal baru di lintas penyeberangan Kayangan–Poto Tano yang diajukan ke ASDP Pusat.

​Pria yang akrab disapa JK ini menyatakan kurang setuju jika kebijakan hanya difokuskan pada penambahan jumlah unit kapal tanpa mempertimbangkan aspek kualitas dan kondisi armada yang ada saat ini. 

Menurutnya, langkah yang paling mendesak dilakukan adalah peremajaan kapal dan sinkronisasi kapasitas armada.

"Usulan Organda bukan penambahan kapal, tapi penambahan dermaga dari 2 menjadi 4 dermaga dan peremajaan kapal," ujar JK. 

​JK menekankan bahwa banyak armada yang beroperasi saat ini memerlukan pembaruan teknologi dan fasilitas. Peremajaan dianggap lebih krusial untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa, terutama para sopir angkutan barang dan penumpang bus yang menjadi anggota Organda.

​"Bukan jumlahnya yang ditambah, tapi kualitas kapalnya yang harus ditingkatkan. Kita butuh peremajaan agar kapal-kapal yang beroperasi memiliki performa prima dan standar keamanan yang lebih baik dan penambahan dermaga baru," terang JK dalam keterangannya di Mataram, Minggu 11 Januari 2026.

​Terkait masalah klasik antrean panjang yang sering terjadi di Pelabuhan Kayangan, Ketua Organda NTB menilai bahwa penambahan armada yang tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas angkut dan efisiensi bongkar muat justru berisiko menambah kepadatan di kolam pelabuhan. 

Organda memastikan kapal yang beroperasi memiliki kapasitas besar agar mampu menyerap volume kendaraan saat puncak arus penumpang. Pengaturan jadwal keberangkatan yang lebih presisi untuk meminimalisir waktu tunggu di kantong parkir pelabuhan.

​"Harapan kami, ASDP pusat melihat kondisi riil di lapangan. Prioritas utama adalah bagaimana agar tidak terjadi lagi penumpukan kendaraan dan antrean panjang. Solusinya adalah peremajaan armada yang lebih modern dan cepat, bukan sekadar menumpuk kapal tua atau kecil di jalur tersebut," tegasnya.

​Organda NTB berharap aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam menentukan kebijakan strategis di lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tersebut.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01