Andi Rusni: Pemerintah dan APH Jangan Tutup Mata, Segera Tutup Aktivitas Cafe Ilegal di Batu Guring
(Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, SE., MM,)

 Sumbawa - Reportase7.com

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, SE., MM, melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera menghentikan seluruh aktivitas hiburan malam di kawasan Batu Guring, Kecamatan Alas Barat. 

Menurutnya apa yang selama ini disebut sebagai “hiburan malam” tidak lebih dari kedok legalitas bagi praktik kemaksiatan yang terang-benderang. Kawasan tersebut telah lama menjadi sarang peredaran minuman keras, bahkan kuat dugaan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba, hingga praktik seks bebas yang merusak tatanan sosial dan moral masyarakat.

“Kalau kita masih berharap keberkahan dalam pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat, maka tidak ada pilihan lain selain berani melawan segala bentuk kemungkaran yang jelas-jelas dilarang oleh Allah SWT,” tegas Andis sapaan akrab, Rabu 14 Januari 2026.

Ia mengingatkan, Pemerintah Daerah tidak boleh lagi menutup mata atau bersikap seolah tidak tahu. Sejarah kelam tahun 2012, saat cafe Batu Gong ditutup, menjadi bukti nyata bahwa keberadaan cafe-cafe serupa selalu beriringan dengan meningkatnya kriminalitas, yang sebagian besar dipicu oleh konsumsi miras dan perilaku sosial menyimpang. 

"Situasi saat ini dinilai jauh lebih mengkhawatirkan," tegas Andis. 

Kasus kematian Rusnaini, seorang waitress, hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Tragedi tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak.

“Hari ini Rusnaini, besok atau lusa bisa siapa saja, kita tidak boleh menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini kematian yang sia-sia jika negara membiarkan sumber masalahnya terus beroperasi," terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik sosial di masa lalu di Kabupaten Sumbawa tidak muncul secara tiba-tiba. Salah satu pemicu utamanya adalah aktivitas cafe dan hiburan malam yang menjadi episentrum pelanggaran hukum dan degradasi moral.

“Jangan sampai kita baru sadar setelah darah tertumpah. Padahal semua tahu, kemungkaran itu nyata dan berada di bagian paling barat Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Dirinya mendesak Pemda Sumbawa untuk tidak lagi bersikap abu-abu, serta segera bekerja sama dengan APH menutup total seluruh aktivitas maksiat di Batu Guring dan kawasan sejenis. 

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum tanpa kompromi terhadap pelaku pembunuhan Rusnaini.

“Negara harus hadir. Bukan sekadar menertibkan di atas kertas, tapi bertindak nyata sebelum kehancuran sosial benar-benar terjadi,” pungkasnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01