![]() |
| (Foto: Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa, Sahrudin LB) |
Sumbawa – Reportase7.com
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa, Sahrudin LB yang akrab disapa Sandi menyatakan sikap tegas mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa untuk segera mengambil langkah konkret menutup seluruh aktivitas hiburan malam ilegal di kawasan Batu Gurung, Kecamatan Alas Barat.
Desakan ini muncul sebagai respons atas keresahan masyarakat yang sudah mencapai titik puncak, menyusul rentetan peristiwa kriminalitas dan degradasi moral yang bersumber dari lokasi tersebut.
Sandi mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun organisasi, kawasan Batu Gurung disinyalir kuat menjadi sarang peredaran narkotika yang mengancam generasi muda.
"Kami tidak bisa lagi berdiam diri melihat Batu Gurung menjadi zona 'merah' peredaran barang haram. Selain narkoba, lokasi tersebut menjadi pusat penjualan minuman keras tanpa izin edar resmi dari Dinas Perdagangan. Ini adalah pelanggaran hukum yang telanjang di depan mata," tegas Sandi, Rabu 14 Januari 2026.
Lebih lanjut, Sandi menyoroti kejadian pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pemilik cafe Helena baru-baru ini. Baginya, peristiwa berdarah tersebut merupakan "tabir gelap" yang membuka mata publik bahwa pengawasan di area tersebut telah gagal total.
"Kejadian di cafe Helena adalah bukti nyata bahwa lokasi tersebut adalah sumber konflik dan kekerasan. Jangan menunggu ada korban-korban berikutnya. Tragedi ini seharusnya menjadi alasan kuat bagi Bupati untuk segera menyegel dan menutup permanen seluruh aktivitas di sana demi keamanan masyarakat," tambahnya.
MPC Pemuda Pancasila Sumbawa meminta Bupati Sumbawa untuk menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda).
"Eksistensi cafe-cafe ilegal tersebut telah mengangkangi kewibawaan pemerintah daerah," tegas Sandi.
Sandi meminta kepada Pemda Sumbawa melalui Satpol PP untuk segera menyegel seluruh cafe yang tidak memiliki izin resmi. Mendorong aparat penegak hukum melakukan pembersihan peredaran narkoba dan miras di wilayah Alas Barat.
"Pemuda Pancasila akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah. Kami butuh ketegasan, bukan sekadar imbauan. Jika ilegal dan merusak masyarakat, pilihannya hanya satu: Tutup!" tegas Sandi dengan nada optimis.
Ironisnya lagi seorang oknum kepala Desa juga mempunyai usaha cafe ilegal di kawasan Batu Guring. Seharusnya oknum Kepala Desa tersebut memberikan contoh yang baik bagi masyarat, kenyataannya justru oknum Kades tersebut jadi pengusaha cafe ilegal dan menjual minol tanpa izin resmi.
"Oknum Kades itu sama halnya mengajak masyarakat berbuat maksiat," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar