(Foto: PLH Sekda NTB M. Nasir saat menghadiri Rakor Satgas Percepatan Investasi di Hotel Lombok Astoria)


Mataram - Reportase7.com

Plh Sekda NTB, M. Nasir mewakili Pj Gubernur menghadiri Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Investasi Provinsi NTB, bertempat di hotel Astoria, Mataram (05/10/2023).

Dalam arahannya, M. Nasir menekankan bahwa bagaimana para investor dalam menanamkan investasinya di NTB itu secara nyaman. Terlebih dengan keterlibatan masyarakat.

"Biasanya investor itu lari dari kita karena ada pihak-pihak kecil yang menjadi hambatan kita di daerah," jelasnya.

Oleh karena itu, para satgas percepatan investasi ini perlu menginventarisir segala permasalahan yang menghambat calon investor. Sehingga calon investor yang akan datang lebih yakin investasi yang akan ditanamkan di NTB akan lebih cepat berkembang dan diharapkan masyarakat terlibat secara langsung.

"Harus kita yakinkan kepada calon investor bahwa investasi di NTB itu betul-betul nyaman, aman dan ramah," pungkasnya.

Pada sebelumnya, Plt Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) NTB, Wahyu Hidayat, dalam laporannya mengatakan satgas percepatan investasi di NTB terbentuk tahun 2021 dan menjadi satgas percepatan investasi pertama di Indonesia dan di apresiasi oleh pemerintah pusat.

"Disadari atau tidak disadari peran satgas percepatan investasi ini sangatlah besar, mengingat tahun 2021 permasalahan GTI mulai terurai itu salah satu keberhasilan yang patut kita apresiasi," ujarnya.

Ditambahkan Wahyu, target investasi di NTB dari tahun ke tahun terus meningkat dan yang menentukan adalah kementerian investasi pemerintah pusat.

"Adanya sirkuit Mandalika ini, tidak tanggung-tanggung target investasi dari 3 T menjadi 5 T," tukasnya.

Sehingga target realisasi yang diberikan tahun ini adalah 22,8 T. Karena dari tahun kemarin melampaui dari apa yang ditargetkan.

"Ini semua tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang tergabung dalam satgas percepatan investasi," tutupnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01