Lombok Barat-Reportase7.com


Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) membawa angin segar dibidang investasi perikanan, khususnya di NTB. Investasi yang cukup menjanjikan ini membuat pemerintah Provinsi NTB mengambil sikap dan tidak menyia-nyiakan untuk segera merealisasikan. Pemerintah Provinsi NTB melalui Bank NTB Syariah telah melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan GPLI di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (09/06) kemaren.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim ST. Msi menjelaskan bahwa, Semenjak Menteri Kelautan dan Perikanan mencanangkan sebagai sentra hasil lobster nasional, maka langkah Bank NTB Syariah dengan menggandeng GPLI ini patut di apresiasi. Dimana seluruh pengusaha lobster nasional ini sangat mengharap NTB ini sebagai lumbung lobster untuk kedepannya.

"Dari terobosan Kementerian DKP sangat menarik, bahwa hal ini mampu menggugah Asosiasi Pengusaha Lobster Nasional dalam hal ini GPLI", ungkap Muslim Kadis Kelautan dan Prikanan Provinsi NTB. (15/06/2021)


Jauh sebelum mereka mengadakan MoU GPLI telah melakukan pendalaman titik lokasi perairan di NTB ini khususnya di pulau lombok dan perairan pulau sumbawa, karena GPLI merupakan orang-orang yang profesional dibidang budidaya lobster,  mereka sudah banyak tahu lokasi-lokasi dimana yang cocok untuk pemeliharaan lobster bahkan sudah sampai ke perairan Bima, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu lokasi yang dipilih GPLI, yakni wilayah kecamatan sekotong, kabupaten Lombok barat, dan saat ini telah mulai melakukan usaha budidaya lobster.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat Lalu Sukawadi menjelaskan bahwa, kehadiran GPLI di NTB khususnya di Kabupaten Lombok Barat tentu sangat bagus dan berdampak bagi masyarakat petani keramba khususnya yang ada di wilayah Sekotong, dimana kehadiran investor diwilayah Lombok Barat ini nantinya akan bisa membantu program pemerintah Lombok Barat dalam hal mengatasi pengangguran. Dari data yang kami terima perusahaan budidaya lobster di sekotong ini nantinya akan bisa menyerap tenaga kerja lokal sampai dengan 5000 pekerja, ujar Lalu Sukawadi.

Pemerintah Lombok Barat selalu siap dan mendukung serta mengawal secara penuh terhadap investor GPLI ini dalam melaksanakan seluruh kegiatan usahanya,  terutama masalah tekhnis yang berkaitan dengan pemerintah Kabupaten akan kami suport, Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat akan memberikan yang terbaik. Dan telah melakukan kordinasi dengan Bupati maupun Wakil Bupati Lombok Barat.

Lanjut Lalu Sukawadi, ada dua lokasi yang akan dijadikan titik sebagai tempat usaha budidaya lobster, yakni diwilayah Desa Sekotong Barat dan Desa Buin Mas, lokasi ini menyebar di dua tempat yaitu utara dan selatan. Dua wilayah ini merupakan wilayah yang sangat bagus dan strategis untuk dijadikan tempat usaha lobster dikarenakan di dua lokasi tersebut tidak mengganggu tata ruang alur transportasi laut. "Ucapnya"

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat berharap, dengan kehadiran investor GPLI di tengah pandemi Covid-19 saat ini akan mampu mengatasi masalah pengangguran dan banyak terjadi PHK di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama dalam menciptakan lapangan kerja di daerah kita, tutup Sukawadi.

Pewarta: Adi/YD
Editor: R7-01