Isu Cawe-Cawe Bupati Lotim Picu Sorotan Pengamat, Dinilai Bisa Pemantik Konflik di Gerindra
Redaksi
Font size:
12px
Mataram – Reportase7.com
Tensi politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian menghangat menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat. Berbagai manuver politik mulai bermunculan ke permukaan. Sejumlah nama yang menyatakan siap bertarung memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat NTB kini mulai menyusun strategi, termasuk berembusnya isu adanya dukungan dari "orang besar" di tingkat pusat, Rabu 20 Mei 2026.
Menariknya, pusaran kompetisi internal Demokrat ini justru menyeret nama eksternal partai, yakni Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin. Pria yang akrab disapa Haji Iron ini dikabarkan ikut "cawe-cawe" dalam menentukan arah suksesi kepemimpinan berlambang bintang mercy tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jejak pertemuan sang Bupati dengan beberapa petinggi Demokrat di Jakarta sempat terendus. Pertemuan tersebut diduga berlangsung langsung di kediaman salah satu tokoh yang memiliki kedekatan khusus dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kabar ini kian diperkuat dengan beredarnya foto pertemuan antara Haji Iron dengan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng.
Manuver ini memantik respons kritis dari pengamat politik lokal, Indarwan. Ia menilai, langkah Bupati Lotim tersebut terbilang tidak lazim. Pasalnya, Haji Iron saat ini merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Timur.
"Jika benar Pak Iron ikut cawe-cawe dalam proses suksesi Musda Demokrat, tindakan ini sangatlah menampar Partai Gerindra, tempat dirinya bernaung dan menjabat sebagai ketua DPC," ujar Indarwan saat dimintai analisisnya.
Indarwan menambahkan, desas-desus yang beredar menyebutkan bahwa Haji Iron tengah mendorong keponakannya, Gema, untuk maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat NTB. Menurutnya, langkah ini berpotensi memicu kegaduhan internal di tubuh partai berlambang burung garuda tersebut.
"Kalau benar Pak Iron sedang mendorong ponakannya, Gema, sebagai Ketua DPD, tentu ini hal yang aneh dan akan memicu konflik di Gerindra sendiri. Semestinya, setelah terpilih menjadi Bupati, beliau fokus untuk membangun Lombok Timur dan membesarkan Gerindra partai yang mengusungnya bukan sebaliknya melakukan akrobat politik dengan ikut andil dalam Musda partai lain," ulas Indarwan tegas.
Lebih lanjut, Indarwan mendesak agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra segera mengambil sikap untuk memperjelas arah politik Haji Iron. Hal ini penting untuk mengonfirmasi apakah ada agenda perpindahan partai atau sekadar strategi penambahan kekuatan linear.
Berdasarkan hasil analisa mendalam, Indarwan menduga ada target politik jangka panjang di balik langkah berani Bupati Lotim tersebut, salah satunya adalah persiapan menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2029. Terlebih, muncul wacana kuat bahwa ke depan pemilihan gubernur berpotensi kembali dipilih oleh Anggota DPRD Provinsi.
"Dengan pola seperti ini, seorang kandidat harus mampu menguasai beberapa fraksi besar di parlemen untuk membangun koalisi. Mungkin ini salah satu goal setting atau target jangka panjang yang diinginkan oleh Pak Bupati," pungkasnya.
Selain memanasnya isu intervensi eksternal, bursa internal kader Demokrat yang siap bertarung dalam Musda kali ini dipastikan berjalan ketat. Selain nama Gema yang diisukan mendapat backing kuat, sejumlah kader murni dan tokoh potensial Demokrat telah menyatakan kesiapannya.
Berikut adalah peta kekuatan nama-nama yang muncul di permukaan saat ini:
1. Amrul Jihadi: Kader senior yang memiliki akar rumput kuat, dibuktikan dengan kepemimpinannya sebagai Ketua DPC Demokrat Lombok Timur selama dua periode.
2. H. Muhammad Lutfi (H. Man): Tokoh berpengalaman yang merupakan mantan Walikota Bima.
3. Samsul Fikri: Politisi senior yang saat ini duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi NTB.
4. R. Rahadian: Anggota DPRD dua periode yang dikenal memiliki basis massa yang loyal.
Musda Demokrat NTB diprediksi akan menjadi salah satu panggung politik paling dinamis di NTB tahun ini, mengingat hasilnya akan sangat menentukan arah peta koalisi parpol menjelang agenda-agenda politik strategis ke depan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar