GMNI NTB Nobar “Pesta Babi” di Mataram

 MATARAM – Reportase7.com
DPD GMNI NTB bersama sejumlah aktivis, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) serta diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Kamis malam (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Nonasuka Kopitiam, Kota Mataram, itu menghadirkan akademisi, aktivis masyarakat adat, hingga pegiat lingkungan untuk membahas isu kolonialisme modern, eksploitasi sumber daya alam, dan dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Dalam poster kegiatan yang beredar, diskusi menghadirkan Prof. Widodo Dwi Putro sebagai akademisi, Lalu Kusuma Jayadi selaku aktivis gerakan masyarakat adat dan alumni GMNI, serta M. Abihul Fajar dari Climate Rangers NTB.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas seperti BEM Nusantara Bali-Nusa Tenggara, Greenpeace, PUSAKA, Watchdoc, dan LBH Papua Merauke.

Ketua DPD GMNI NTB, Sulhamran, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap situasi sosial dan lingkungan yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk di NTB.

“Sebagai generasi muda, kami ingin melakukan sesuatu yang berdampak positif bagi masyarakat dan daerah dalam jangka panjang. Nobar dan diskusi ini menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga harkat masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, diskusi publik sengaja dirangkaikan dengan pemutaran film agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka.

Untuk memperkaya pembahasan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis lingkungan hidup, pegiat masyarakat adat, hingga pegiat isu perubahan iklim di NTB.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan ide-ide baru dan mendorong kesadaran mahasiswa untuk ikut menjaga kelestarian budaya, adat istiadat, serta ekosistem lingkungan,” tambah Sulhamran.

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mengangkat berbagai isu terkait konflik agraria, eksploitasi sumber daya alam, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat adat dan lingkungan hidup.

Isu kolonialisme modern dan eksploitasi sumber daya alam belakangan menjadi perhatian publik di berbagai daerah di Indonesia, terutama terkait konflik agraria dan dampak pembangunan terhadap masyarakat adat.

Diskusi publik dipandu Fathul Bayan selaku Koordinator Nusantara Bali-Nusra BEM Nusantara yang bertindak sebagai moderator.

Para aktivis berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik sekaligus mendorong kesadaran kritis generasi muda terhadap isu sosial, lingkungan, dan keadilan pembangunan di Indonesia.

Diskusi tersebut juga dinilai relevan bagi NTB yang saat ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan isu lingkungan di sejumlah wilayah.

Kegiatan nobar dan diskusi dimulai pukul 20.00 WITA di Nonasuka Kopitiam, Kota Mataram, dan terbuka untuk umum.

Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk memperluas ruang dialog kritis di kalangan generasi muda agar isu sosial, lingkungan, dan keadilan pembangunan dapat dipahami secara lebih mendalam.

Pewarta: Hadi
Editor: R7-02