Wabup KSB Tegaskan Seluruh ASN Wajib Pegang Kartu Sumbawa Barat Maju

Sumbawa Barat – Reportase7.com

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T., M.M.Inov., memberikan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ia menekankan agar tidak ada satu pun abdi negara di KSB yang belum memiliki Kartu Sumbawa Barat Maju (KSBM).

Hal tersebut ditegaskan Wabup saat memimpin Upacara Senin di halaman Graha Fitrah, Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin (13/04/2026). Langkah ini diambil guna memastikan program unggulan daerah tersebut tuntas distribusinya di awal tahun 2026, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Saya tegaskan kepada kita semua yang hadir, jangan sampai ada di antara kita yang belum memiliki Kartu Sumbawa Barat Maju. Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan sampai kita yang melayani, justru kita sendiri yang belum memegang kartu tersebut,” tegas Wabup di hadapan peserta upacara.

Menurut Wabup, kepemilikan kartu oleh ASN merupakan cermin kesuksesan program di tengah masyarakat. Jika terdapat ASN yang belum memiliki kartu tersebut, ia menginstruksikan agar segera melakukan pengurusan secara mandiri ke instansi terkait.

“Kalau Bapak/Ibu merasa belum memiliki kartu tersebut, silakan segera datang ke Bank NTB Syariah Kabupaten Sumbawa Barat,” tambahnya.

Selain persoalan KSBM, Wabup juga menyoroti kedisiplinan ASN menyusul diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkup Pemkab KSB. Ia mewanti-wanti agar kebijakan bekerja dari rumah tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang tidak produktif.

“Saya tidak ingin WFH ini disalahgunakan. Jangan sampai jadwalnya bekerja dari rumah, malah dipergunakan untuk jalan-jalan atau kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan tugas kantor,” ujar Wabup mengingatkan.

Penerapan WFH ini, lanjut Wabup, merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam upaya efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penghematan energi listrik di lingkungan perkantoran.

“Kita ingin kebijakan ini betul-betul efektif. Disiplin tetap menjadi napas utama dalam menjalankan tugas, meskipun dilakukan secara jarak jauh,” pungkasnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01