TMMD ke-128 Lombok Timur: Shortcut Pembangunan, Hemat Anggaran Hingga 50 Persen
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Timur - Reportase7.com
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Lombok Timur membuktikan diri bukan sekadar seremoni tahunan. Kolaborasi apik antara Kodim 1615/Lombok Timur dan Pemerintah Daerah ini menjadi solusi percepatan (shortcut) pembangunan yang jauh lebih efisien dibandingkan proyek reguler.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Juani Taofiq, mengungkapkan fakta krusial terkait efisiensi anggaran. Berdasarkan evaluasi Pemda, skema TMMD mampu menekan biaya infrastruktur secara signifikan dibandingkan sistem kontrak komersial.
"Kalau diproyekkan secara reguler, perbandingannya jauh. Dengan TMMD, kita bisa hemat 30 hingga 50 persen anggaran. Mengapa? Karena di sini tidak ada sistem 'proyek' komersial, melainkan swakelola dan kekuatan gotong royong TNI-Polri bersama masyarakat," tegas Juani, Rabu Rabu 22 April 2026.
Kehadiran TMMD tahun ini menjadi oase bagi para kepala desa yang usulannya seringkali terkendala keterbatasan Dana Desa (DD). Tanpa intervensi TNI, pembangunan jalan strategis dan sarana air bersih di lokasi sasaran diprediksi baru bisa terealisasi dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.
"Ini adalah akselerasi. Aspirasi masyarakat yang bertahun-tahun tidak terakomodasi akhirnya tuntas lewat integrasi anggaran daerah dan dukungan Mabes TNI," tambah Juani.
Dandim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Eko Anderson, memaparkan bahwa sasaran fisik tahun ini mencakup pembukaan jalan sepanjang 1.130 meter, pembangunan 4 titik sumur bor, penyediaan 1 bak penampungan air dan 1 titik MCK dan rehabilitasi 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Di sisi lain, Letkol Eko menekankan bahwa TMMD juga fokus pada aspek non-fisik yang krusial. Salah satu sorotan utama adalah edukasi pencegahan narkoba, mengingat fakta memprihatinkan bahwa 30 hingga 40 persen penghuni Lapas di Lombok Timur terjerat kasus narkotika.
"Tujuan kami jelas: meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemanunggalan dengan rakyat. Kami masuk langsung ke akar rumput memberikan penyuluhan preventif terkait narkoba, penanganan stunting, hingga penguatan wawasan kebangsaan," ujar Letkol Eko.
Melalui sinergi ini, TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur yang kokoh, tetapi juga membangun ketahanan sosial masyarakat Lombok Timur yang lebih kuat.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar