Realisasi Pabrik Pakan Ternak Rp1,7 Triliun di Dompu, LSM LPKB Apresiasi Langkah Cepat Pemda Siapkan Lahan
(Foto: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, SP,ddan Bupati Dompu Bambang Firdaus,) 

Dompu – Reportase7.com

Rencana besar pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) hilirisasi peternakan ayam terintegrasi mulai menunjukkan titik terang. Langkah Pemerintah Kabupaten Dompu dalam menyiapkan lahan strategis mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Penegak Kebenaran (LSM-LPKB), Jumat 17 April 2026.

​Ketua LSM-LPKB, Burhanuddin Netty, menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Dompu yang telah bergerak cepat menyiapkan lahan seluas 7,870 hektare di Desa Nusajaya, Kecamatan Manggelewa. Lahan tersebut dipastikan merupakan aset milik Pemerintah Daerah yang telah bersertifikat dan tercatat resmi dalam dokumen aset daerah.

​"Kami sangat bersyukur. Usulan proposal pembangunan pabrik ini sebenarnya sudah kami suarakan sejak masa kepemimpinan Gubernur TGB Muhammad Zainul Majdi hingga Dr. Zulkieflimansyah. Alhamdulillah, kini perjuangan tersebut membuahkan hasil nyata," ujar pria yang akrab disapa Burhan ini.

​Meski awalnya mengusulkan lokasi di Kecamatan Pekat karena kedekatan dengan Pelabuhan Calabai, Burhan menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Manggelewa oleh Pemda bukan merupakan masalah. 

"Yang terpenting adalah pabrik ini terwujud. Ini adalah mimpi lama masyarakat Dompu untuk melihat hilirisasi komoditas jagung kita sendiri," tambahnya.

​Proyek bernilai sekitar Rp1,7 triliun ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026. Berbeda dengan proyek daerah pada umumnya, pembangunan ini akan didanai oleh APBN Pemerintah Pusat dan dikelola melalui Danantara, bukan melalui APBD Kabupaten Dompu. Sistemnya mengusung konsep hilirisasi terintegrasi: pabrik pakan berpusat di Dompu sebagai lumbung bahan baku, sementara pusat industri ayam akan berada di Sumbawa.

​Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, SP, menegaskan bahwa secara teknis, lokasi di Desa Nusajaya sangat layak (feasible). Berdasarkan tinjauan GIS-TARU, lokasi tersebut masuk dalam Zona Industri sesuai Perda No. 2/2011 tentang RTRW Kabupaten Dompu.

​"Pemda telah menyelesaikan dokumen peta KADASTRAL melalui BPN sebagai kelengkapan usulan. Saat ini, kami tinggal menunggu kunjungan lapangan (site visit) dari konsultan FS yang ditunjuk oleh PT Berdikari untuk memvalidasi potensi pendukung di lapangan," jelas Ilham.

​Ilham merinci beberapa keunggulan kompetitif mengapa Dompu sangat layak menjadi pusat pabrik pakan nasional. Ia menyebutkan ​bahan baku yang melimpah, Dompu adalah penyumbang jagung nasional. Jadi ketersediaan ikan laut dan singkong juga sangat mencukupi di Pulau Sumbawa. 

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu menegaskan bahwa lokasi berada di episentrum produksi jagung dengan radius 20 km terdapat 20 silo/gudang eksisting. 

"Lokasi ini sangat terjangkau jaringan listrik PLN tegangan tinggi yang berada di jalur jalan nasional/provinsi, dan dekat dengan dua pelabuhan logistik (Kilo dan Kempo). Kontur tanah datar dan tingkat kondusifitas masyarakat yang sangat mendukung investasi," tegasnya. 

​Pemerintah Daerah saat ini tengah mengkaji mekanisme penggunaan aset lahan tersebut, baik melalui sistem sewa maupun skema regulasi lainnya, guna memastikan proyek ini memberikan dampak ekonomi maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Dompu.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01