Klarifikasi Yayasan Agniya Pagutan Timur Terkait Tuduhan Penipuan, Hariyanto: Salah Alamat dan Cenderung Fitnah

Mataram – Reportase7.com

Ketua Yayasan Agniya Pagutan Timur, Hariyanto, S.H., memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan dan laporan dugaan penipuan serta penggelapan yang dialamatkan kepada dirinya. 

Hariyanto menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk salah sasaran yang merugikan nama baik institusi maupun pribadinya, Selasa 28 April 2026.

Persoalan ini bermula dari rencana pembangunan fisik Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Lembar, yang berlokasi di atas tanah milik pribadi Hariyanto. 

Dalam proyek ini, Hariyanto membuka peluang kemitraan dengan pengusaha lokal, salah satunya yang bernama atau akrab di sapa Nas, pengusaha asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Namun, dalam proses pengajuan titik koordinat ke Badan Gizi Nasional (BGN), lokasi tersebut tidak mendapatkan verifikasi (centang biru). Setelah ditelusuri, hal ini disebabkan oleh aturan regulasi teknis di mana terdapat dapur SPPG lain dalam radius kurang dari 2 km dari lokasi yang diajukan.

Menyikapi kendala teknis tersebut, Hariyanto secara transparan memberikan dua opsi kepada mitra kerjanya, Nas yakni, dengan cara menunggu pengajuan titik koordinat baru di kecamatan lain, dan pengembalian dana awal yang telah diserahkan untuk biaya kepengurusan pembangunan.

"Berdasarkan kesepakatan bersama, sembari menunggu titik koordinat lain, saya telah mengembalikan sejumlah dana tersebut kepada Pak Nas. Hubungan kami sebagai mitra kerja berjalan dengan komunikasi yang baik," ujar Hariyanto. 

Hariyanto mengaku terkejut ketika beberapa minggu kemudian muncul laporan dugaan penipuan yang dilayangkan oleh pihak ketiga, yang diklaim sebagai rekan dari Nas.

"Saya sama sekali tidak mengenal pelapor dan tidak memiliki hubungan kerja hukum apa pun dengan yang bersangkutan. Mitra resmi saya adalah Pak Nas, dan urusan di antara kami sudah dikomunikasikan dengan jelas. Laporan ini salah alamat dan cenderung bersifat fitnah," tegasnya.

Selama ini, Yayasan Agniya Pagutan Timur dikenal sangat fokus pada program pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja lokal. Di bawah pengelolaan Hariyanto, dapur-dapur SPPG yang ada telah memberdayakan 100% relawan dari desa setempat agar warga sekitar merasakan asas manfaat secara langsung.

Hariyanto bersama keluarga berharap agar kejadian ini tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat. 

"Niat kami adalah berbuat baik untuk wilayah ini. Dalam berinteraksi dengan masyarakat, riak dan gejolak memang selalu ada, namun kami yakin kebenaran akan muncul jika didasari niat yang tulus," pungkasnya.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01