Sumbawa Barat - Reportase7.com
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan performa fiskal yang impresif sepanjang tahun anggaran 2025. Di bawah semangat merealisasikan visi dan misi menyejahterakan masyarakat di seluruh sektor, realisasi Pendapatan Daerah tercatat melampaui target secara signifikan, mencapai angka Rp2,881 Triliun.
Realisasi pendapatan yang mencapai 150,47% dari target perubahan sebesar Rp1,915 Triliun ini dipicu oleh optimalisasi Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, terdapat kenaikan pendapatan sebesar Rp689,8 Miliar (31,47%).
Belanja Daerah terserap sebesar Rp2,059 Triliun (92,09%) dari pagu Rp2,236 Triliun, menunjukkan peningkatan efektivitas dibandingkan tahun sebelumnya (84,26%). Sedangkan Pembiayaan Daerah terealisasi 100%, sebuah kinerja yang mendapat apresiasi dari Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD KSB karena dinilai stabil dan tanpa kendala.
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)
Ketua Pansus LKPJ, Norvie Apriansyahi, ST., MA, menyampaikan keberhasilan pembangunan diukur melalui 19 Sasaran Strategis dan sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD 2025-2029.
Berikut adalah poin penting hasil pendalaman Pansus DPRD:
Fokus pada Pemerataan Akses
Indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,84 tahun (setara lulus Diploma 1), atau mencapai 99,43% dari target. Meski kinerja melampaui target RPJMD, Pansus memberikan beberapa catatan kritis.
"Pansus menyoroti layanan bus sekolah yang baru beroperasi di 5 kecamatan (Taliwang, Jereweh, Brang Ene, Seteluk, Poto Tano) dan meminta pemerintah memperhatikan akses bagi siswa di kecamatan lain, ujar Norvie Apriansyahi, Jumat 27 Maret 2026.
Adanya fenomena siswa yang bersekolah di luar daerah memicu rekomendasi untuk peningkatan kompetensi guru dan kerja sama inovasi dengan pihak swasta.
Pada sektor Kesehatan, lanjut Norvie, Pansus mengapresiasi Angka Harapan Hidup. Capaian Indikator Angka Harapan Hidup (AHH) mencapai 73,44 tahun (106,13%). Kendati demikian, angka ini masih di bawah standar nasional 2025 (74,47 tahun).
"Optimalisasi pelayanan kesehatan, peningkatan mutu sarana prasarana, serta pengembangan SDM tenaga kesehatan secara masif," terangnya.
Pembangunan Mental Spiritual, Predikat "Istimewa", Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) KSB meraih skor 78,20 (138,33%), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, prestasi ini dibayangi oleh keresahan sosial.
Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyakit masyarakat (Narkoba, Judi Online, Prostitusi Online).
"Pansus merekomendasikan pembentukan Komite AIDS dan penguatan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyakit Masyarakat," tegasnya.
Pansus DPRD KSB menegaskan bahwa meskipun anggaran pendidikan telah dialokasikan sebesar 20% dari APBD, efektivitasnya dalam membangun karakter dan kompetensi anak bangsa harus terus ditingkatkan melalui regulasi yang kuat. Pemerintah Daerah diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi ini demi memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan kualitas hidup manusia.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01

0Komentar