Sinergi Perencanaan Kesehatan 2027, Dinkes KSB Gelar Forum Perangkat Daerah untuk Perkuat Layanan Primer

Sumbawa Barat – Reportase7.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah dalam rangka Penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (13/03/2026) di Aula Dinas Kesehatan KSB ini menjadi pijakan strategis untuk memastikan program kesehatan masa depan berjalan terintegrasi dan tepat sasaran.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., dan dihadiri oleh para Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Puskesmas, serta jajaran internal Dinas Kesehatan.

Pelaksanaan forum ini merujuk pada Permendagri No. 86 Tahun 2017 serta Surat Edaran Bappeda KSB No. 007.2.4/101/Bappeda/2026. Dalam arahannya, dr. Carlof menekankan bahwa sinkronisasi antar-sektor sejak tahap awal adalah kunci.

"Forum ini adalah momentum penting untuk menyelaraskan perencanaan program kesehatan. Kita ingin pembahasan dilakukan bersama agar pelaksanaan program kesehatan ke depan lebih terarah, terintegrasi, dan menjawab langsung kebutuhan pelayanan masyarakat," ujar dr. Carlof.

Untuk tahun 2027, Dinkes KSB menetapkan beberapa fokus utama, di antaranya, integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan penguatan pelaksanaan ILP secara simultan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Promotif & Preventif adalah peningkatan edukasi dan penyebaran informasi kesehatan secara masif kepada masyarakat. Optimalisasi Sarana, melanjutkan prioritas tahun 2026 dalam penguatan akses, kualitas SDM, dan infrastruktur agar pada 2027 seluruh fasilitas penunjang sudah dalam kondisi clean and clear serta optimal.

Dalam paparannya, dr. Carlof juga menyampaikan tren positif pada derajat kesehatan masyarakat KSB. Hal ini terlihat dari capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang terus meningkat serta keselarasan dengan program prioritas Pemerintah Pusat dan Provinsi.


Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah keberhasilan Program Kartu Sumbawa Barat Maju melalui layanan TRC Ambulans Puskesmas. Data menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 6.611 layanan telah dimanfaatkan. Sedangkan tahun 2026 periode (Januari–Februari) hanya dalam dua bulan, pemanfaatan layanan sudah mencapai 4.922 layanan.

Forum berlangsung dinamis dengan diskusi aktif dari para peserta. Berbagai masukan terkait teknis lapangan, dukungan anggaran, hingga pengembangan SDM kesehatan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim penyusun Renja.

dr. Carlof menyampaikan apresiasinya atas seluruh kontribusi peserta. Beliau memastikan bahwa setiap aspirasi akan menjadi dasar penguatan dokumen perencanaan guna menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01