MATARAM — REPORTASE 7

Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi pemuda di Nusa Tenggara Barat untuk menegaskan peran sosial dan kebangsaan mereka. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi NTB, belum lama ini, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya aktif dalam diskusi dan gerakan intelektual, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.

Mengusung tema Menebar Kebaikan dengan Silaturahmi untuk Meraih Kemenangan di Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi sekaligus simbol penguatan persaudaraan di bulan suci.

Berbagi Takjil, Wujud Kepedulian Nyata

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian takjil kepada pengendara yang melintas di depan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi NTB, Jalan Sultan Salahudin No.75, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Aksi sederhana ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Kehadiran mahasiswa dan organisasi kepemudaan di ruang publik seperti ini memperlihatkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk memperluas manfaat sosial, bukan sekadar ritual keagamaan.

Doa dan Refleksi Kebangsaan

Setelah berbagi takjil, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama. Suasana khusyuk menyelimuti para peserta yang terdiri dari berbagai latar organisasi kemahasiswaan dan OKP.

Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga refleksi kebersamaan dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di NTB.

Ramadan 2026: Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda NTB Bagi Takjil dan Doa Bersama di Rumah Kebangsaan

Sembari menunggu waktu berbuka puasa, Kasubdit III Dit Intelkam Polda NTB AKBP Setia Wijatono, S.H., M.H. mewakili Direktur Intelkam Polda NTB yang hadir ditengah acara memberikan apresiasi atas inisiatif positif tersebut.

Ia berharap kegiatan kemanusiaan yang digagas mahasiswa dan pemuda ini dapat menjadi ladang ibadah sekaligus contoh kegiatan produktif selama Ramadan.

“Tujuannya sesuai tema, kegiatan kemanusiaan dan mahasiswa yang positif. Walaupun sederhana, semoga menjadi ladang ibadah,” ujarnya.

Sinergi Pemuda dan Aparat, Jaga Stabilitas Daerah

Sementara itu, Kepala Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi NTB, Guntiar, menegaskan bahwa buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya merawat hubungan baik antarorganisasi pemuda serta memperkuat sinergi dengan aparat keamanan.

Ia berharap komunikasi dan kolaborasi antara pemuda, OKP, dan Polda NTB terus terjalin demi menciptakan suasana yang kondusif di tengah dinamika sosial.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum tepat untuk memperkuat nilai kebangsaan, solidaritas, dan semangat saling membantu.

"Semoga hal baik seperti ini terus dirawat, dan Kapolda NTB terus menjaga hubungan baik antara pemuda OKP khususnya rumah kebangsaan, saling membantu bersinergi dalam mewujudkan Polri Presisi" ujar Guntiar. 

Ramadan 2026 dan Tantangan Generasi Muda

Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan arus informasi digital yang begitu cepat, peran pemuda NTB semakin strategis. Ramadan 2026 menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga solutif dan humanis.

Kegiatan seperti berbagi takjil dan silaturahmi lintas organisasi menjadi contoh konkret bagaimana pemuda bisa mengambil peran dalam membangun harmoni sosial.

Rumah Kebangsaan NTB pun menjadi ruang dialog dan kolaborasi, tempat bertemunya gagasan, nilai kebersamaan, serta komitmen menjaga persatuan daerah.

Buka puasa bersama ini menjadi pesan bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan energi positif bagi masyarakat.

Dengan semangat menebar silaturahmi, pemuda NTB yang tergabung dalam organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan ingin mengimplementasikan secara nyata kepada masyarakat bagaimana harmonisasi antar umat beragama, antar universitas dan antar suku bisa terjalin dengan erat dalam bingkai persatuan dan kesatuan untuk menjaga Prov. NTB tetap kondusif dengan mendukung segala upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh pihak keamanan beserta seluruh komponen masyarakat. 

Pewarta: Red
Editor: R7 - 02