Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Jadi Jalur Maut, Garda Satu NTB Sebut Pemprov Lepas Tangan

Mataram - Reportase7.com

Ketua Garda Satu NTB, Abdul Hakim, melontarkan kritik pedas terhadap sikap Gubernur NTB yang hingga kini masih bungkam terkait kerusakan parah pada proyek jalan segmen Lenangguar-Lunyuk senilai Rp19 miliar. Sikap diam ini dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian atau bahkan "tuli" terhadap penderitaan rakyat di wilayah selatan Sumbawa, Sabtu 07 Maret 2026.

Meskipun gelombang aksi dari NGO, pemberitaan media yang masif, hingga audiensi (hearing) dengan Dinas PUPR telah dilakukan selama berbulan-bulan, kondisi infrastruktur tersebut tetap memprihatinkan dan telah memakan korban jiwa.

Abdul Hakim, yang akrab disapa Bang Akim, tokoh pemuda asal Sumbawa menyoroti adanya jurang pemisah antara realita di lapangan dengan laporan yang diterima Gubernur. Ia menduga Gubernur hanya menerima laporan manis dari bawahan yang tidak sesuai kenyataan.

"Wahai Gubernur, datanglah ke Sumbawa bagian selatan hari ini. Lihat sendiri penderitaan masyarakat. Jangan hanya duduk nyaman di kantor sambil mendengar laporan Asal Bapak Senang (ABS) dari anak buah yang mungkin justru menipu dan mempermalukan anda," tegas Bang Akim.

Lebih jauh, Garda Satu NTB mencium adanya aroma tidak sedap dalam proses pencairan proyek tersebut. Muncul dugaan kuat adanya intervensi dari orang-orang di lingkaran kekuasaan Gubernur serta oknum internal di Dinas PUPR yang ikut bermain dalam proyek bermasalah ini.

Publik masih mengingat pernyataan kontroversial mantan Kadis PU Sadimin yang menyebut jalan tersebut sepi sehingga tidak perlu prioritas. Kalimat tersebut kini dirasakan sebagai penghinaan bagi warga selatan Sumbawa yang setiap hari bertaruh nyawa di jalur rusak tersebut.

Akim menegaskan bahwa jika Gubernur tidak segera menertibkan orang-orang di lingkaran kekuasaannya dan menyelesaikan masalah ini, maka kredibilitas kepemimpinannya patut dipertanyakan.

"Jika persoalan sebesar ini saja tidak mampu Anda selesaikan, maka langkah paling terhormat adalah mundur dari jabatan sebagai Gubernur. Rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya diam ketika rakyatnya menderita," cetusnya.

Sebagai bentuk transparansi publik, Garda Satu NTB melayangkan lima pertanyaan kunci dari publik yang hingga kini belum terjawab oleh Pemerintah Provinsi;
1. pakah Gubernur benar-benar tidak mengetahui persoalan proyek Lenangguar–Lunyuk ini?

2. Jika sudah tahu, mengapa sampai hari ini belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Provinsi?

3. Benarkah ada orang-orang di lingkar kekuasaan yang ikut bermain dalam proyek ini seperti informasi yang beredar?

4. Mengapa keluhan masyarakat wilayah selatan Sumbawa seolah tidak mendapat perhatian serius?

5. Apakah keselamatan masyarakat harus menunggu lebih banyak korban baru pemerintah bertindak?

Garda Satu NTB mendesak agar segera dilakukan evaluasi total dan perbaikan fisik jalan sebelum jatuh lebih banyak korban.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01