MPC Pemuda Pancasila Sumbawa Soroti Proyek Kawasan Pantai Jempol, Diduga Asal Jadi dan Sarang Mafia
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa - Reportase7.com
Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh di kawasan Pantai Jempol, Desa Labuhan Sumbawa, kini berada di bawah sorotan tajam. Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sumbawa mensinyalir adanya praktik menyimpang dalam proyek senilai miliaran rupiah tersebut yang berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat setempat, Kamis 12 Februari 2026.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumbawa, Sahrudin LB yang akrab disapa Sandi, turun langsung memimpin tim investigasi ke lokasi proyek dengan nomor kontrak 98.5/SPK/Rb15.8/2025. Proyek senilai Rp 7.183.058.000,- yang dikerjakan oleh CV. Graha Utama tersebut ditemukan penuh dengan kejanggalan fisik maupun administratif.
Beberapa temuan hasil investigasi lapangan diantaranya, pemasangan paving block di sejumlah ruas terlihat tidak rata dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Ukuran jalan paving block yang seharusnya memiliki lebar 4 meter, ditemukan hanya dikerjakan 2,3 meter di beberapa titik tikungan.
Saluran pembuangan limbah masyarakat yang masuk dalam perencanaan justru tidak dikerjakan. Tim juga menemukan fakta bahwa sejumlah pekerja di lapangan belum menerima upah atau tidak dibayar oleh pihak kontraktor.
Sandi mengungkapkan bahwa proyek ini telah melewati limit waktu yang ditentukan, sehingga perusahaan pelaksana seharusnya dikenakan penalti. Namun, ia mensinyalir adanya indikasi "main mata" antara pihak kontraktor dengan dinas terkait di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Kami mencium aroma busuk dalam proyek ini. Ada dugaan permainan antara dinas dan pelaksana. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi sudah menjadi sarang mafia maling uang rakyat," tegas Sandi.
Melihat kondisi pekerjaan yang dinilai jauh dari standar kualitas, Pemuda Pancasila Sumbawa mengeluarkan peringatan keras. Jika tidak segera ada evaluasi total dan perbaikan sesuai kontrak, pihaknya mengancam akan melakukan aksi nyata di lapangan.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, kami tidak segan-segan untuk membongkar sendiri pekerjaan tersebut sebagai bentuk protes masyarakat. Rakyat Sumbawa jangan disuguhi proyek bermutu rendah sementara anggarannya sangat besar," pungkas Sandi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Graha Utama maupun perwakilan instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai temuan tersebut.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:


0Komentar