Jual Ginjal Demi Aspal, Aksi Satir Konten Kreator Lunyuk Protes Jalan Rusak yang Terabaikan
(Foto: Aksi nyeleneh Topan Farliansyah alias Tupe sang Konten kreator asal Dusun Sukajaya) 

Sumbawa - Reportase7.com

Suasana di ruas jalan penghubung Dusun Sukajaya dan Desa Sukamaju, Kecamatan Lunyuk, mendadak riuh. Bukan karena adanya perbaikan infrastruktur, melainkan karena aksi "nyeleneh" seorang konten kreator lokal bernama Topan Farliansyah, yang akrab disapa Tupe dengan 33 ribu pengikut aktif. 

​Setelah sebelumnya viral dengan aksi mandi lumpur di kubangan jalan yang sama, Tupe kembali memancing reaksi keras publik dengan menggelar aksi teatrikal yang lebih pedas. Kali ini, ia melakukan aksi di tengah jalan rusak sepanjang 1 kilometer tersebut sambil membawa pamflet bertuliskan narasi ekstrem "Dijual Ginjal untuk Aspal Jalan".

​Aksi ini merupakan bentuk keputusasaan sekaligus sindiran menohok kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Tupe menilai pemerintah telah kehilangan hati nurani dan empati terhadap penderitaan masyarakat pedesaan.
​"Pemerintah seolah buta dan tuli. 

Infrastruktur adalah denyut nadi ekonomi kami, tapi sejauh ini baik Pemerintah Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten sama sekali acuh. 

"Pemerintah hanya bisa menjual janji dan membohongi rakyat," ujar Tupe dengan nada kecewa, Jumat 20 Februari 2026.

​Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga Dusun Sukajaya menuju pusat kecamatan, baik untuk urusan ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Namun, kondisi jalan yang menyerupai kubangan kerbau tersebut dibiarkan bertahun-tahun tanpa penanganan nyata.

​Aksi "Jual Ginjal" ini langsung memantik reaksi luas dari warganet. Foto dan video Tupe tersebar di berbagai platform media sosial, memicu diskusi hangat mengenai ketimpangan pembangunan di wilayah Sumbawa khususnya di Dusun Sukajaya. Beragam komentar muncul, mulai dari dukungan moral hingga kritik pedas yang ditujukan kepada pemangku kebijakan.

​Masyarakat menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji-janji manis di masa kampanye. Tupe menegaskan bahwa rakyat kecil tidak butuh narasi "omon-omon", melainkan realisasi pembangunan.

​Dalam pernyataannya, Tupe juga memberikan peringatan keras agar pemerintah tidak menjadi "pahlawan kesiangan".

​"Jangan tunggu ada kecelakaan atau jatuh korban dulu baru pemerintah sibuk mencari muka dan datang seolah pahlawan. Kami butuh perbaikan sekarang, sebelum jalan ini benar-benar memutus nadi kehidupan warga," tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tuntutan warga dan aksi satir yang dilakukan oleh konten kreator asal Lunyuk Rea tersebut.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01