Penuhi Kebutuhan Petani, Dinas Pertanian Lombok Timur Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Digitalisasi Pengadaan
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Timur – Reportase7.com
Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani dengan intensif mendorong pembangunan prasarana dan sarana pertanian pada tahun anggaran ini. Melalui pemanfaatan alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, dinas memfokuskan penganggaran pada sejumlah paket infrastruktur vital seperti jaringan irigasi, embung, dan Jalan Usaha Tani (JUT).
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lombok Timur, Darajata, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat puluhan paket pekerjaan yang tengah berjalan. Rinciannya meliputi 13 hingga 16 paket pembangunan embung dan jaringan irigasi, serta sekitar 13 paket pembangunan jalan usaha tani.
"Rincian setiap paket kami sesuaikan secara saksama dengan pagu anggaran yang tersedia serta kondisi riil di lokasi masing-masing proyek," ujar Darajata saat memberikan keterangan pada Kamis 04 Juni 2026.
Hingga saat ini, seluruh paket pekerjaan telah melewati tahap survei serta penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Bahkan, beberapa proyek di antaranya telah rampung dan mencapai tahap penyerahan hasil pelaksanaan atau Provisional Hand Over (PHO).
Meski demikian, Darajata tidak menampik bahwa progres keseluruhan saat ini masih relatif rendah. Hal tersebut dikarenakan adanya kendala administratif di tingkat bawah, di mana sejumlah lokasi belum menyerahkan proposal usulan sehingga proses pengerjaan belum dapat dimulai.
Di sisi lain, masa transisi sistem pengadaan ke ranah digital turut memengaruhi ritme kecepatan pelaksanaan proyek di lapangan. Proses pengadaan kini beralih sepenuhnya menggunakan sistem elektronik melalui LPSE, e-Katalog, dan sistem kontraktual elektronik.
"Digitalisasi ini sebenarnya ditujukan untuk mempercepat administrasi dan meningkatkan transparansi. Namun pada implementasi awal ini, prosesnya agak melambat karena banyak penyedia (kontraktor) lokal yang belum familiar atau belum melengkapi persyaratan administrasi," jelas Darajata.
Menyikapi kendala tersebut, Dinas Pertanian Lombok Timur tidak tinggal diam. Pihaknya aktif melakukan pendampingan dan bimbingan kepada para penyedia agar segera mendaftar serta melengkapi akun dan persyaratan teknis yang dibutuhkan, seperti Sertifikat Badan Usaha (SBU), laporan pajak, hingga sertifikasi personil.
Langkah edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penyedia yang terdaftar di e-katalog demi terciptanya kompetisi yang sehat dan transparansi yang terjaga.
Mengingat karakteristik tanah dan tingginya kebutuhan pengairan, sebaran lokasi proyek tahun ini didominasi di wilayah selatan Lombok Timur, khususnya untuk pembangunan embung dan jaringan irigasi.
Darajata menambahkan bahwa jenis dan volume proyek setiap tahunnya sangat dinamis karena bergantung pada aspirasi masyarakat serta urgensi perbaikan infrastruktur yang rusak atau mengalami pendangkalan.
Selain fokus pada fisik bangunan, Dinas Pertanian Lombok Timur juga menyeimbangkannya dengan penyaluran stimulan non-infrastruktur untuk mendongkrak produktivitas lahan.
"Selain pembangunan infrastruktur, kami juga menyediakan bantuan bibit tanaman buah, alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, hingga bantuan pupuk dan pestisida yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil tani dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat petani," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar