Kades Mertak Angkat Bicara Terkait Isu Miring Seleksi Kadus
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Tengah – Reportase7.com
Kepala Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, M. Sahnan, angkat bicara guna mengklarifikasi berbagai pemberitaan miring yang beredar di media sosial belakangan ini. Isu yang digulirkan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut dinilai telah menyimpang dari fakta sebenarnya dan berpotensi memecah belah warga, Senin 02 Februari 2026.
Persoalan ini bermula dari ketidakpuasan salah satu oknum terkait hasil seleksi Kepala Dusun (Kadus) Awang Kebon. Oknum tersebut mengeklaim memiliki nilai panitia seleksi (pansel) yang lebih tinggi dibandingkan calon terpilih.
Ketegangan meningkat saat perdebatan pecah di grup WhatsApp Pemdes Desa Persiapan Awang. Kades menjelaskan bahwa pernyataan dalam bahasa Sasak yang sempat ia sampaikan di grup tersebut semata-mata bertujuan untuk meredam kegaduhan, bukan untuk memicu konflik baru.
Merespons situasi yang menghangat, Camat Pujut bersama Kapolsek Kuta telah turun tangan memfasilitasi mediasi antara Kades Mertak dan tokoh masyarakat Dusun Awang Kebon.
Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama menjelang tradisi besar Bau Nyale.
Namun, niat baik untuk bermusyawarah sempat terganggu oleh aksi provokatif oknum warga dari Dusun Awang Asam.
"Sangat disayangkan, di tengah proses musyawarah, ada oknum yang memicu keributan. Padahal, saat itu saya sedang menyampaikan permohonan maaf kepada warga Awang Kebon," ujar M. Sahnan.
"Sebagai pemimpin, saya merasa meminta maaf adalah tindakan mulia demi kerukunan, meskipun secara personal tidak ada kesalahan yang saya lakukan," lanjutnya.
Kades menghimbau seluruh warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi sepihak yang sengaja diproduksi untuk memojokkan pihak tertentu.
Dirinya pun meminta publik mendengar keterangan dari kedua belah pihak sebelum menghakimi. Dan mengajak warga menyelesaikan kesalahpahaman dengan kepala dingin tanpa embel-embel kepentingan politik.
Ia juga meminta untuk fokus mengutamakan kenyamanan Desa demi menyukseskan gelaran tradisi Bau Nyale yang sudah di depan mata.
"Kita semua menginginkan ketenteraman. Semoga klarifikasi ini dapat menepis segala isu miring yang beredar dan kita bisa kembali fokus membangun Desa Mertak yang harmonis," pungkasnya.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar