Kades Mapin Kebak Bantah Keterlibatan Aparat Desa dalam Kasus Illegal Logging di Sampar Ai Jati
(Foto: Kepala Desa Mapin Kebak, Sirajuddin BE,)

 Sumbawa – Reportase7.com

Kepala Desa Mapin Kebak, Sirajuddin BE, secara tegas membantah adanya keterlibatan oknum aparat Desa dalam aktivitas pembalakan liar (illegal logging) yang ditemukan di wilayahnya. Pernyataan ini menyusul penemuan tumpukan kayu Sonokeling siap angkut oleh petugas Koramil Alas Barat di lokasi Sampar Ai Jati dan Slebok baru-baru ini.

​Dalam keterangannya, Sirajuddin mengaku baru mengetahui adanya aktivitas ilegal tersebut setelah laporan penemuan kayu mencuat. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah Desa sama sekali tidak pernah memberikan izin atau restu terhadap perusakan hutan.

​"Saya baru mendapatkan informasi mengenai masalah ini. Dari dulu saya sangat menentang kegiatan yang merusak ekosistem. Kali ini saya benar-benar tidak tahu, apalagi memberikan izin," ujar Sirajuddin saat dihubungi media ini, Rabu 28 Januari 2026.

​Sirajuddin menyatakan keprihatinannya atas kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Kecamatan Alas Barat. Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam, ia mengajak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak terkait untuk mengusut tuntas temuan kayu Sonokeling tersebut.

"Yang jelas tidak ada keterlibatan perangkat Desa dalam memfasilitasi atau membiarkan penebangan liar. Pemerintah Desa konsisten menolak segala bentuk perusakan hutan demi menjaga keseimbangan ekosistem lokal," tegasnya. 

​Dirinya meminta pihak berwajib untuk segera mengidentifikasi siapa dalang dan pelaku utama di balik pembalakan liar di Sampar Ai Jati dan Slebok.

​"Mari kita usut tuntas kasus ini. Pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Saya mendukung penuh langkah aparat untuk membersihkan wilayah kami dari oknum-oknum perusak lingkungan," tegasnya.

​Penemuan kayu Sonokeling dalam bentuk balok tersebut saat ini tengah menjadi perhatian serius warga setempat, mengingat dampak ekologis yang ditimbulkan dari hilangnya vegetasi hutan di kawasan perbukitan Alas Barat.

Pewarta: Red
Editor: R7 - 01