Bupati H. Amar Hadiri Tradisi Sedekah Lang di Desa Goa
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa Barat – Reportase7.com
Bupati Sumbawa Barat menghadiri prosesi adat Sedekah Lang (Sedekah Sawah) yang digelar khidmat di Lapangan Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Rabu 11 Februari 2026.
Tradisi yang dilaksanakan usai musim tanam ini menjadi momentum penting bagi masyarakat tani setempat untuk bersyukur sekaligus bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah. Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas PMD H. Adul Hamid, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Dinas Dukcapil I Made Budi Artha, S. Sos., M.M.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Sedekah Lang, Muslim, S.Ag., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni dari kelompok tani dan P3A Desa Goa. Selain menjaga warisan leluhur, warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi terkait pengembangan potensi air sungai di desa mereka.
“Meskipun cuaca sedang hujan, semangat para ibu dan bapak petani tidak surut untuk melestarikan budaya ini bersama pemerintah,” ujar Muslim di hadapan tamu undangan.
Menanggapi dinamika politik desa, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat akan segera memasuki tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak untuk sekitar 20 hingga 22 desa pada Agustus hingga November 2026 mendatang. Di tengah rencana tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan.
“Titipan saya sebagai bupati, jaga kondusifitas, jaga kenyamanan dalam kita berkehidupan bermasyarakat, jangan sampai kita gak saling tegur, jika sudah selesai ya selesai, jangan jadikan itu sebagai pemutus silaturahmi,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung terkait dana Desa yang mengalami efisiensi hingga 60% dan berkomitmen untuk memberikan bantuan dukungan untuk kegiatan seperti kegiatan MTQ tingkat Kecamatan yang sebelumnya menggunakan dana desa dalam pelaksanaannya.
Bupati Amar Nurmansyah menjelaskan strategi pemerintah dalam menutupi pemotongan dana pusat sebesar Rp1,1 triliun. Berkat pengelolaan fiskal yang terukur sejak ia menjabat Sekretaris Daerah, KSB memiliki cadangan kas sekitar Rp1,3 triliun.
“Mengendalikan ekonomi daerah itu bukan hal yang tiba-tiba, tapi harus diatur secara berkala setiap tahunnya,” tambahnya.
Pada sektor infrastruktur, Bupati memberikan kabar gembira terkait kelanjutan jaringan irigasi Bendungan Tiu Suntuk yang akan mengalir ke wilayah Jereweh. Melalui hasil kajian terbaru bersama Kementerian PU, pemerintah memutuskan membangun saluran terbuka sepanjang 28,86 KM senilai Rp412 miliar karena dinilai lebih ekonomis dan mudah dalam pemeliharaan dibanding opsi terowongan yang juga sempat dipertimbangkan.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar