Keterbatasan Fisik Tak Halangi Pengabdian, Guru PAUD Tulus Ate Jadi Teladan di Desa Banjarsari
Redaksi
Font size:
12px
Lombok Timur - Reportase7.com
Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bernama Kasturi di Desa Banjarsari untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan, Rabu 21 Januari 2026.
Meski memiliki postur tubuh yang pendek, Kasturi yang keseharian menjadi pendidik di KB Tulus Ate, Dusun Sepakat, tetap konsisten mendidik dan membimbing anak-anak usia dini dengan penuh semangat dan ketulusan.
Setiap hari, guru tersebut hadir lebih awal di sekolah, menyiapkan ruang belajar, serta mendampingi anak-anak dalam proses bermain sambil belajar.
Bagi dirinya, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk membantu tumbuh kembang generasi masa depan.
Warga setempat mengenal sosok guru PAUD ini sebagai pribadi yang sabar dan dekat dengan anak-anak. Pendekatan yang hangat membuat para peserta didik merasa nyaman dan mudah beradaptasi di lingkungan sekolah.
Ia kerap menjadi tempat anak-anak belajar bersosialisasi, mengenal disiplin, dan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan.
Menurut rekan sesama pendidik, dedikasi guru PAUD Tulus Ate tersebut menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkontribusi. Justru semangat dan ketulusannya menjadi inspirasi, baik bagi sesama guru maupun masyarakat sekitar.
Pengabdian yang dilakukan selama bertahun-tahun ini turut mendapat perhatian pemerintah daerah. Kiprah guru PAUD tersebut dinilai berperan besar dalam membangun fondasi karakter anak-anak sejak usia dini di Desa Banjarsari.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak diukur dari fisik, melainkan dari keikhlasan, ketekunan, dan komitmen dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Pewarta: RS
Editor: R7 - 01
Baca juga:

0Komentar