Tingkatkan Mutu Layanan JKN 2026, Dinkes Sumbawa Barat dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan FKTP
Redaksi
Font size:
12px
Sumbawa Barat - Reportase7.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat menjadi tuan rumah agenda penting dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan menggelar pertemuan evaluasi dan sosialisasi indikator kepatuhan terbaru tahun 2026 bagi seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Bertempat di Aula Dinas Kesehatan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., jajaran Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PMSDK), Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Sumbawa Barat, Zainuddin, serta para pimpinan FKTP dan admin P-Care mitra BPJS Kesehatan.
dr. Carlof menegaskan bahwa keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat bergantung pada kesamaan visi antara penyedia layanan dan regulator.
"Kemitraan antara FKTP dan BPJS Kesehatan harus berada dalam satu kerangka tujuan yang sama, yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat," tegas dr. Carlof, Selasa 10 Maret 2026.
Dirinya juga tidak menampik adanya tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan SDM hingga sarana prasarana. Namun, ia menekankan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan semangat kolaborasi untuk meminimalisir keluhan masyarakat dan terus meningkatkan kualitas layanan.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Sumbawa Barat, Zainuddin, memaparkan hasil evaluasi kepatuhan tahun 2025 sekaligus memperkenalkan Indikator Kepatuhan dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahun 2026.
Zainuddin menjelaskan bahwa dinamika regulasi JKN yang terus berkembang menuntut adaptasi cepat dari fasilitas kesehatan.
"Komitmen fasilitas kesehatan dalam menjalankan PKS adalah kunci utama dalam menjaga mutu pelayanan. Sinergi yang kuat akan mewujudkan pelayanan yang berkualitas, efektif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pertemuan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para pimpinan FKTP dan pengelola layanan berkesempatan membedah tantangan teknis di lapangan serta merumuskan solusi bersama BPJS Kesehatan guna memastikan pelayanan kepada peserta JKN berjalan tanpa kendala.
Sebagai penutup, dr. Carlof kembali mengingatkan pentingnya komunikasi intensif antara semua pihak. Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta komitmen nyata untuk membawa standar pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat ke level yang lebih baik di tahun 2026.
Pewarta: Red
Editor: R7 - 01
Baca juga:


0Komentar